
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintahan Spanyol menghadapi tekanan politik menjelang pemilihan umum setelah dua kecelakaan kereta cepat yang menewaskan total 115 orang sepanjang tahun ini. Menteri Transportasi Oscar Puente akhirnya mengundurkan diri, menyusul desakan berbagai pihak agar pemerintah bertanggung jawab atas keselamatan jaringan perkeretaapian negara tersebut.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Rabu (4/11/2026) mengumumkan bahwa Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi Carlos Cuerpo akan mengambil alih sementara kepemimpinan Kementerian Transportasi.
Keputusan itu diumumkan sehari setelah Puente menyatakan pengunduran dirinya pada Selasa malam, atau enam hari setelah kecelakaan kereta terbaru yang mengguncang Spanyol.
Dalam pidato singkat yang disiarkan televisi, Sanchez memuji keputusan Puente sebagai bentuk tanggung jawab politik. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perkeretaapian nasional.
“Cuerpo telah menunjukkan kemampuan manajemen dan integritas yang luar biasa selama masa pemerintahan ini,” kata Sanchez saat mengumumkan penunjukan penggantinya, dikutip dari Reuters.
Pengunduran diri Puente cukup mengejutkan karena sebelumnya ia berulang kali menegaskan akan tetap menjabat untuk mengawal penyelidikan kecelakaan dan memperbaiki berbagai kelemahan dalam sistem perkeretaapian.
Keputusan tersebut muncul setelah Puente menjalani pemeriksaan selama empat jam di hadapan anggota parlemen dari sebuah badan parlemen sementara. Dalam sidang yang berlangsung tegang itu, sebagian besar partai menuntut pertanggungjawabannya atas dua kecelakaan kereta yang menewaskan 115 orang.
Puente, yang berusia 57 tahun, mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya telah memutuskan untuk mundur segera setelah kecelakaan kereta di Urda, Spanyol tengah, pekan lalu. Namun, keputusan itu hanya disampaikan kepada keluarganya, bahkan tanpa sepengetahuan Sanchez.
“Politisi seperti Puente membawa kehormatan bagi negara kita dan menunjukkan bahwa kita tidak semuanya sama. Ketika sebagian orang hanya berkhotbah, yang lain memberikan segalanya,” ujar Sanchez setelah pengumuman pengunduran diri tersebut.
Namun, sikap Sanchez justru mendapat tanggapan keras dari pemimpin oposisi Partai Rakyat (PP), Alberto Nunez Feijoo.
Menanggapi unggahan Sanchez di platform X yang memuji keputusan Puente, Feijoo meminta perdana menteri mengambil langkah serupa.
“Terapkan itu pada dirimu sendiri,” tulisnya.
Pukulan Politik Jelang Pemilu
Mundurnya Puente menjadi tantangan baru bagi Partai Sosialis yang dipimpin Sanchez menjelang pemilihan umum pada 29 November mendatang.
Puente selama ini dikenal sebagai salah satu menteri paling loyal sekaligus tokoh yang paling vokal membela pemerintahan Sanchez. Gaya politiknya yang agresif membuatnya kerap terlibat perdebatan sengit dengan oposisi, baik di parlemen maupun media sosial.
Sejumlah komentator politik bahkan menjulukinya sebagai “anjing penyerang” Sanchez karena sikapnya yang konfrontatif terhadap lawan politik. Namanya juga sempat masuk dalam pembicaraan mengenai calon penerus Sanchez di masa depan.
Analis politik independen Eduardo Bayon menilai pengunduran diri Puente membuat Partai Rakyat kehilangan salah satu sasaran utama kritiknya. Perdebatan politik kini diperkirakan bergeser dari tuntutan pengunduran diri pejabat menuju langkah konkret untuk memperbaiki keselamatan kereta.
“Pemerintah perlu mengisi kekosongan itu dengan langkah-langkah konkret terkait keselamatan perkeretaapian dan investasi. Kepercayaan terhadap kereta cepat akan tetap menjadi isu kampanye,” kata Bayon.
Hasil jajak pendapat setelah kecelakaan maut Rabu pekan lalu menunjukkan sedikit penurunan dukungan terhadap Partai Sosialis. Padahal, partai tersebut sebelumnya berharap dapat memusatkan kampanye pada keberhasilan mempertahankan layanan publik dan upaya mengatasi krisis perumahan.
Puente sendiri memastikan tidak akan mencalonkan diri dalam pemilu 29 November. Pengunduran dirinya secara resmi baru berlaku setelah diumumkan melalui lembaran negara Spanyol.
Masalah Keselamatan Kereta Jadi Sorotan
Sebelum menjabat sebagai menteri, Puente dikenal sebagai pengacara, mantan wali kota, dan pernah berkarier sebagai aktor panggung. Ia mulai memimpin Kementerian Transportasi pada November 2023.
Selama masa jabatannya, Puente mengawasi perluasan jaringan kereta Spanyol serta pelaksanaan berbagai proyek investasi infrastruktur yang sebagian didukung dana pemulihan Uni Eropa.
Namun, kebijakan transportasinya tidak lepas dari kritik. Serikat pekerja dan partai oposisi selama bertahun-tahun menuding pemerintah kurang berinvestasi dalam pemeliharaan jaringan kereta, sementara gangguan operasional semakin sering terjadi.
Tekanan terhadap Puente semakin besar setelah kecelakaan fatal pada Februari lalu di jalur Madrid-Seville. Insiden tersebut bahkan mendorong Senat Spanyol mengesahkan mosi yang menuntut pengunduran dirinya.
Kecelakaan terbaru pada Rabu pekan lalu kembali terjadi di jalur yang sama, memperkuat kekhawatiran mengenai keselamatan sistem kereta cepat Spanyol.
(luc/luc)
Leave a comment