Home Finance Dua Negara Muslim Ini Perang Lagi, Drone Bombardir Kota Penting
Finance

Dua Negara Muslim Ini Perang Lagi, Drone Bombardir Kota Penting

Share
Dua Negara Muslim Ini Perang Lagi, Drone Bombardir Kota Penting
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Serangan udara Pakistan menghantam kota Kandahar di wilayah selatan Afghanistan, Rabu. Kota tersebut merupakan rumah bagi pemimpin tertinggi pemerintahan Taliban.

Seorang penduduk Kandahar mengatakan kepada AFP, Kamis (24/9/2026), pada dini hari mereka mendengar suara jet tempur, disusul ledakan besar, yang kemudian diikuti oleh kobaran api di pusat kota.

Beberapa jam setelah insiden, Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, secara resmi mengonfirmasi adanya serangan udara dan pesawat tak berawak (drone). Ia menuduh negara tetangganya itu telah membiarkan wilayahnya menjadi tempat perlindungan bagi para teroris.

“Pakistan melakukan serangan udara dan pesawat tak berawak yang presisi terhadap 10 lokasi di Afghanistan,” tegasnya melalui platform X.

“Serangan tersebut disengaja, tepat sasaran, terkalibrasi, dan proporsional, serta sangat terbatas pada sasaran militer yang teridentifikasi secara langsung terkait dengan percobaan serangan terhadap Pakistan,” papar Tarar.

Rentetan serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah pengeboman mematikan oleh Pakistan di daerah perbatasan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa sedikitnya tiga warga sipil tewas dalam serangan di Afghanistan timur awal minggu ini, sementara pihak Pakistan mengeklaim telah menewaskan 28 militan. Meski serangan perbatasan sering terjadi, gempuran langsung ke kota-kota Afghanistan terbilang sangat jarang.

Sebagai catatan, Kandahar dan ibu kota Kabul sempat digempur saat Afghanistan dan Pakistan terlibat perang pada akhir Februari lalu. Misi PBB di Afghanistan (UNAMA) mencatat bahwa konflik berminggu-minggu itu telah menewaskan ratusan warga sipil Afghanistan.

Kendati gencatan senjata telah disepakati pada bulan Maret, rentetan mediasi dari sejumlah negara gagal menghasilkan resolusi damai yang langgeng di antara kedua negara bertetangga tersebut.

Masalah keamanan terus menjadi titik buntu utama, terutama terkait tuntutan Pakistan agar Afghanistan mengekang kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Islamabad secara terbuka menuduh pemerintah Taliban melindungi para militan di balik lonjakan serangan terhadap Pakistan, khususnya TTP yang telah melancarkan kampanye kekerasan selama bertahun-tahun.

“Selama bertahun-tahun, Pakistan telah berulang kali menyampaikan kekhawatiran seriusnya kepada rezim Taliban Afghanistan dan lawan bicaranya mengenai terus beradanya tempat perlindungan teroris dan jaringan dukungan mereka di tanah Afghanistan,” ungkap Tarar.

“Alih-alih membongkar jaringan ini dan mengambil tindakan yang kredibel dan dapat diverifikasi terhadap mereka yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk melakukan terorisme terhadap Pakistan, rezim Taliban Afghanistan telah memilih untuk meningkatkan situasi melalui operasi pesawat tak berawak yang bermusuhan terhadap Pakistan.”

Di sisi lain, para pejabat Afghanistan membantah keras tuduhan tersebut. Mereka membalas bahwa justru Pakistan yang selama ini menampung kelompok-kelompok bermusuhan serta tidak menghormati kedaulatan Afghanistan.

Adapun gempuran Pakistan di daerah perbatasan minggu ini merupakan tindak lanjut atas serangan berdarah di sebuah markas polisi di Pakistan utara pada hari Jumat yang menewaskan sedikitnya 31 orang. Serangan mematikan tersebut diklaim oleh sebuah kelompok yang memiliki hubungan langsung dengan TTP.

 

(luc/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *