Home Finance Ekosistem AI Tumbuh Pesat, Pemerintah Siap Terbitkan Aturan Pendukung
Finance

Ekosistem AI Tumbuh Pesat, Pemerintah Siap Terbitkan Aturan Pendukung

Share
Ekosistem AI Tumbuh Pesat, Pemerintah Siap Terbitkan Aturan Pendukung
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, Ditjen Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital, Said Mirza Pahlevi buka-bukaan soal perkembangan ekosistem Artificial intelligence (AI)atau kecerdasan buatan di Indonesia.

Ia mengatakan, saat ini ekosistem AI tumbuh sangat cepat di Indonesia. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat berdasarkan survei APDGI 2026, pengguna internet telah mencapai 235 juta orang. Kemudian studi boston consulting tahun 2024 juga mencatat Indonesia masuk 10 besar dunia pengguna harian AI generatif, khususnya buat gambar, teks, hingga video.

“Dari surveiUNESCO 2024 lebih dari 300 lembaga mencatat 75,6% menggunakan AI. Tapi memang masih menggunakan untuk konten promosi dan pelanggan,”pungkasnya dalam Road to CNBC Indonesia Awards 2026 ‘Best AI Ecosystem’, Jumat (30/10/2026).

Melihat tingginya penggunaan AI di Indonesia, pemerintah pun ujar Said tengah menyiapkan dua rancangan peraturan dalam bentuk Perpres terkait AI. Hal ini sangat penting dibuat, untuk menjaga kedaulatan digital, serta memastikan keamanan dan memberikan kepastian untuk pelaku usaha.

Ada pun dua Perpres tersebut ujarnya akan dibuat terkait roadmap dan etika penggunaan AI. Kedua Perpres tersebut lanjutnya masih dalam proses penandatanganan.

“Pertama peta jalan nasioanl AI. Berisi target dan program lintas kementerian dan rancangan. Kedua Perpres terkait etika AI. Ini rambu agar AI ini aman dan bertanggun jawab,” pungkasnya.

Pemerintah sendiri ujarnya menyadari kekhawatiran masyarakat terkait dampak dari masifnya perkembangan AI. Pasalnya banyak yang beranggapan kehadiran AI dapat berdampak negatif terhadap dunia kerja. Sehingga Pemerintah perlu mengeluarkan peraturan untuk melindungi masyarakat sekaligus mendorong perkembangan dunia usaha.

“Kita mungkin mendengar ada kekhawatiran AI menggantikan manusia. Ini wajar dan bersifat global. Tapi menurut laporan dari future of job 2025, dari WEF. id sana diperkirakan hingga tahun 2030 akan tercipta 170 pekerjaan baru oleh AI. sementara 90 juta pekerjaan bergeser. akan bertambah 78juta pekerjaan. Dengan berubahnya pekerjaan dan paling berisiko adala bagi mereka yang tidak sempat dibekali skill pekerjaan baru karena itu tugas negara memastikan tidak ada yg tertingal,” pungkasnya.

(dpu/dpu)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *