Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi memulai pengeboran (tajak perdana) sumur pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 di Muara Enim, Sumatera Selatan. Hal ini menjadi tonggak penting dalam upaya perusahaan mempercepat pengembangan energi panas bumi sekaligus mendukung kebutuhan pasokan listrik nasional.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi mengatakan dimulainya pengeboran Lumut Balai Unit 3 merupakan kelanjutan dari keberhasilan perusahaan mengoperasikan PLTP Lumut Balai Unit 2 pada tahun lalu.
“Jadi ini salah satu key milestone bagi PGE ya keberhasilan PGE untuk on-stream dari Lumut Balai 2 di tahun lalu menimbulkan semangat baru bagi kami. Kami melihat bahwa area Lumut Balai itu masih bisa kami kembangkan lebih luas lagi,” kata Edwil dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Jumat (24/7/2026).
Menurut dia, pengembangan Lumut Balai Unit 3 memiliki arti strategis karena dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan pasokan listrik nasional. Selain itu, proyek tersebut juga menjadi bukti komitmen Pertamina dalam mendukung transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih.
“Kami ingin menunjukkan komitmen dari Pertamina khususnya Pertamina Geothermal Energy di dalam transisi energi,” ujanya.
Edwil menilai kehadiran Lumut Balai Unit 3 ini adalah bagaimana pihaknya mempercepat proses yang ada. Adapun, jika sebelumnya pengembangan panas bumi dilakukan melalui tahapan eksplorasi, pengembangan, hingga operasi komersial secara berurutan, kini perusahaan berupaya memangkas waktu pengembangan.
“Jadi kami melalui pembelajaran dari beberapa proyek sebelumnya tenaga engineer-engineer muda yang ada di Pertamina Geothermal Energy mempercepat proses tersebut. Fase eksplorasi tersebut kami yakini bisa kami percepat atau breakthrough yang mana kami langsung masuk ke fase pengembangan. Makanya itulah arti penting Lumut Balai Unit 3,” katanya.
Sebagaimana diketahui, tajak perdana PLTP Lumut Balai Unit 3 dilakukan di sumur LMB 19-3 di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu menggunakan rig GDAP#123. Dengan target kedalaman 2.500 meter, pengeboran ini diperkirakan rampung dalam 44 hari.
Seluruh rangkaian kegiatan eksplorasi sumur hingga pembangunan PLTP dijalankan dengan kepatuhan ketat terhadap standar teknis, operasional, serta aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Terletak di kaki Bukit Lumut Balai, Muara Enim, Sumatra Selatan, PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan kelanjutan dari dua proyek strategis PGE di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur. Sebelumnya, PGE telah mengoperasikan Unit 1 yang diresmikan pada September 2019 dan Unit 2 pada Juni 2025, dengan total kapasitas gabungan sebesar 2×55 megawatt (MW).
Dengan target operasional pada tahun 2030, PLTP Lumut Balai Unit 3 akan menambah 55 MW pasokan listrik bersih, yang akan semakin memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Muara Enim dan Sumatra Selatan.
Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari roadmap jangka panjang PGE untuk mencapai total potensi kapasitas panas bumi sebesar 3 gigawatt (GW), sekaligus selaras dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
(pgr/pgr)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment