Jakarta, CNBC Indonesia – B adan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan terbaru potensi cuaca di Indonesia untuk sepekan periode 20-26 Oktober 2026. BMKG memporediksi ada peluang hujan di sejumlah wilayah RI.
Cuaca panas dan kering masih akan melanda wilayah-wilayah Indonesia di pertengahan Oktober ini. Di tengah fenomena iklim El Nino sangat kuat dan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kondisi ini memicu tutupan awan berkurang dan curah hujan terbatas.
Akibatnya, menurut BMKG, dapat meningkatkan pemanasan permukaan pada siang hari. Serta mempercepat pengeringan vegetasi, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Dalam proyeksi Fine Fuel Moisture Code alias tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan berlaku untuk Rabu (21 Oktober 2026), tampak sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua memerah, artinya masuk kategori Sangat Pudah Terbakar. Sementara Pulau Jawa, Sulawesi, dan Bali hampir seluruhnya tertutup indeks warna merah, kategori Sangat Mudah Terbakar.
BMKG mencatat, suhu udara maksimum tercatat mencapai 38,5°C di Jawa Barat serta 38°C di Lampung dan Jawa Tengah pada tanggal 17 Oktober 2026, sementara di Jawa Timur suhu maksimum mencapai 38°C pada tanggal 16 Oktober 2026.
BMKG mencatat kecenderungan peningkatan titik panas (hotspot) selama periode 16-19 Oktober 2026. Hasil pemantauan 19 Oktober 2026, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah melonjak dari 157 menjadi 937 titik, Kalimantan Barat dari 31 menjadi 231 titik, dan Sumatra Selatan dari 19 menjadi 66 titik dibandingkan hari sebelumnya. Peningkatan juga terpantau di Jawa Timur dari 10 menjadi 36 titik.
Peningkatan jumlah hotspot tersebut juga berlangsung bersamaan dengan terdeteksinya sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Perkembangan ini menunjukkan perlunya kewaspadaan ekstra terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Meski, dinamika atmosfer regional dan lokal masih mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Aktivitas MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG), yang didukung oleh perlambatan dan pertemuan angin, serta suhu muka laut yang relatif hangat, turut meningkatkan aktivitas konvektif terutama di Sumatra bagian utara dan barat, serta sebagian Kalimantan. Dilaporkan, kejadian hujan lebat hingga sangat lebat masih terjadi pada periode 16-18 Oktober 2026. Curah hujan tercatat mencapai 105 mm/hari di Papua, 66 mm/hari di Sumatra Utara, dan 51 mm/hari di Kalimantan Tengah akibat pengaruh fenomena atmosfer regional dan lokal tersebut.
Lantas, bagaimana kondisi sepekan ke depan?
BMKG memprediksi terjadinya hujan lokal akibat pengaruh dinamika atmosfer regional dan lokal.
Dijelaskan, untuk periode dasarian III Oktober-dasarian II November 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih akan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah (0-150 mm/dasarian).
“Kondisi relatif kering masih berpotensi berlangsung, terutama di sebagian Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan. Kondisi tersebut sejalan dengan perkembangan fenomena El Nino dan Dipole Mode Index (DMI) positif yang secara umum cenderung mengurangi aktivitas konvektif di Indonesia,” tulis BMKG, Selasa (20/10/2026).
Peringatan Dini BMKG
-
Periode 20-22 Oktober 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di:
Siaga (hujan lebat-sangat lebat)
Aceh dan Sumatra Utara
Angin Kencang
Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua, dan Papua Selatan.
-
Periode 23-26 Oktober 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di:
Siaga (hujan lebat-sangat lebat)
Aceh dan Papua Pegunungan
Angin Kencang
Aceh, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
“Masyarakat diimbau terus mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering seiring musim kemarau yang masih berlangsung. Penggunaan tabir surya diperlukan guna mengurangi paparan langsung sinar matahari. Masyarakat juga diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan,” imbau BMKG.
“Meski musim kemarau masih dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal. Karena itu, masyarakat dan para pemangku kepentingan perlu tetap mewaspadai potensi genangan, longsoran material, dan sambaran petir yang berpotensi mengikuti,” tegas BMKG.
BMKG juga mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah menghemat air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
“BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api,” tulis BMKG.
Proyeksi Wilayah RI Mudah terbakar, prediksi BMKG untuk 21 Oktober 2026. (Dok BMKG) Foto: (Dok BMKG)
|
(dce/dce)

Leave a comment