
Jakarta, CNBC Indonesia – Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat akan melakukan pemungutan suara soal melelang 25 MHz. Lelang frekuensi ini bakal menguntungkan penyedia layanan langsung ke perangkat dari satelit, seperti yang dimiliki Starlink milik SpaceX dan Amazon.
Pemungutan suara akan dilakukan pada 29 Oktober 2026 mendatang. FCC akan meminta komentar publik soal tambahan 482 MHz untuk tambahan dari luar angkasa dan layanan D2D (direct-to-device)di spektrum berlisensi
Ketua FCC Brendan Carr mengatakan proposal ini sebagai langkah mengakhiri wilayah blankspot dan tetap bisa menyajikan layanan dengan menggunakan satelit.
“Proposal ‘langsung ke perangkat’ berupaya memanfaatkan teknologi mutakhir ini mengakhiri zona mati sinyal ponsel dan menyediakan layanan langsung dari konstelasi satelit generasi berikutnya ke smartphone Anda,” kata Carr, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (8/10/2026).
Amazon telah bersiap menyelenggarakan layanan langsung ke perangkat. Juli lalu, perusahaan meminta FCC menyetujui peluncuran hingga 5.105 satelit internet untuk tujuan konektivitas tersebut.
Layanan langsung ke perangkat dari satelit, Amazon menyasar pelanggan yang tidak dan kurang terlayani oleh penyedia nirkabel yang sudah ada sekarang.
Bisnis internet satelit Leo juga makin dikembangkan dengan rencana akuisisi Globalstar bulan Agustus lalu. Amazon mengeluarkan uang lebih dari US$11,5 miliar untuk kesepakatan tersebut.
Sama seperti Amazon, SpaceX telah mengungkapkan rencana memberikan layanan langsung ke HP melalui satelit Starlink sejak beberapa waktu lalu. FCC juga telah meneken persetujuan ketersediaan layanan telekomunikasi internasional yang disebut mendukung layanan Starlink Mobile.
(dem/dem)
Leave a comment