
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengaku telah menggelontorkan investasi sekitar Rp25 triliun untuk mengembangkan tambang bawah tanah Kucing Liar di Distrik Mineral Grasberg, Papua Tengah. Proyek tersebut disiapkan untuk jangka panjang operasional perusahaan guna menjaga stabilitas produksi.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan pengembangan tambang Kucing Liar saat ini telah memasuki tahap development. Adapun, produksi dari tambang tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2029.
“Dan juga saya informasikan di sini bahwa tambang Kucing Liar yang merupakan tambang masa depan kami itu akan sudah mulai kami kerjakan dari sekarang dan itu sudah memasuki tahap development dan akan bisa mulai ditambang tahun 2029,” kata Tony dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Jumat (18/9/2026).
Tony mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah menghabiskan sekitar Rp25 triliun untuk pengembangan tambang Kucing Liar. Nilai investasi tersebut merupakan bagian dari total kebutuhan investasi proyek yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp72 triliun hingga 2033.
“Dan kami telah menghabiskan Rp25 triliun kira-kira untuk pengembangan tambang Kucing Liar ini dari totalnya sebesar Rp72 triliun sampai dengan 2033,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan laporan Freeport-McMoRan (FCX), sejak 2022, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah melakukan kegiatan pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar di distrik mineral Grasberg.
Pada 2025, perusahaan telah merampungkan studi untuk mengevaluasi potensi perluasan jejak deposit yang sebelumnya dirancang beroperasi dengan kapasitas 90.000 metrik ton bijih per hari.
Studi tersebut mengidentifikasi peluang ekspansi berbiaya rendah untuk meningkatkan kapasitas menjadi 130.000 metrik ton per hari, sekaligus meningkatkan cadangan sekitar 20%.
“Pada tanggal 31 Desember 2025, perkiraan awal PTFI tentang cadangan Kucing Liar mendekati 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas yang akan dipulihkan hingga tahun 2041, meningkat dari perkiraan sebelumnya sebesar 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas,” tulis manajemen dikutip dari keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).
Berdasarkan desain terbaru, produksi rata-rata Kucing Liar pada tingkat penuh akan mencapai sekitar 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas, meningkat lebih dari 35% dari perkiraan sebelumnya.
Sementara menurut kajian ekonomi perusahaan, pengembangan Kucing Liar membutuhkan tambahan investasi modal sekitar 10% atau US$0,5 miliar, termasuk dampaknya terhadap operasional Grasberg Block Cave serta penyesuaian fasilitas pengolahan.
(pgr/pgr)
Leave a comment