
Jakarta, CNBC Indonesia – Pernahkah Anda membayangkan menggali lubang lurus ke bawah hingga menembus ke sisi lain Bumi? Banyak orang mengira jika menggali dari Indonesia, akan menembus Amerika. Namun kenyataannya jauh lebih menarik, dikutip dari laporan IFLScience, Jumat (2/10/2026).
Sebuah situs bernama ThroughEarth menampilkan peta interaktif yang memperlihatkan titik berlawanan atau disebut antipode dari setiap tempat di permukaan Bumi. Cara kerjanya sederhana yaitu mengubah garis lintang menjadi negatif dan menggeser garis bujur sejauh 180 derajat. Hasilnya, sebagian besar tempat di daratan justru berhadapan langsung dengan lautan, bukan negara lain.
Dari Indonesia, jika Anda menggali lurus ke bawah, sebagian besar wilayah kepulauan ini akan berakhir wilayah bagian utara benua Amerika Selatan. Jika menggali dari Jakarta, lubang akan berujung di suatu wilayah di Kolombia.
Sebagian Sumatra berhadapan dengan wilayah Ekuador, sedangkan Kalimantan dan Sulawesi menembus wilayah Brasil. Jika lubang digali dari Papua, ujungnya akan berada di wilayah Samudra Atlantik
Faktanya, hanya 15 persen daratan di seluruh dunia yang memiliki daratan lain di sisi seberangnya. Sisanya 85 persen akan muncul di tengah lautan. Sebagai contoh, menggali dari Los Angeles akan berakhir di tengah Samudra Hindia, sekitar 1.530 kilometer dari daratan terdekat. Lubang yang digali dari London akan muncul di Samudra Pasifik bagian selatan, dekat Selandia Baru tetapi tidak sampai ke darat. Jika ingin keluar di Shanghai, Anda justru harus mulai menggali dari Argentina.
Ide situs ini bermula dari percakapan sederhana antara penciptanya, Martin Krpelan, dengan anak-anaknya di taman bermain. Pertanyaan sederhana ke mana arah lubang yang menembus Bumi ternyata menyimpan fakta yang mengejutkan banyak orang.
Secara nyata, manusia belum pernah menembus Bumi hingga ke sisi lain. Lubang terdalam yang pernah dibuat manusia adalah Kola Superdeep di Rusia, yang hanya sedalam 12 kilometer, baru sekitar 0,2 persen dari jarak menuju inti Bumi. Suhu yang mencapai ribuan derajat Celcius serta tekanan yang luar biasa besar membuat perjalanan ke pusat Bumi hampir mustahil dilakukan.
(dem/dem)
Leave a comment