
Jakarta, CNBC Indonesia – Persaingan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle / EV) di China semakin sengit. Raksasa otomotif Geely baru saja memperkenalkan sistem pengisian daya baru yang diklaim mampu mengisi baterai mobil listrik dari 10% hingga 70% hanya dalam waktu 4,5 menit.
Teknologi revolusioner tersebut menjadi jawaban Geely atas langkah agresif rival sekotanya, BYD, yang sebelumnya telah lebih dulu mengembangkan sistem pengisian daya ultra-cepat.
Dalam penerapannya, Geely mengandalkan infrastruktur pengisian berdaya 2,2 megawatt serta baterai khusus dengan kemampuan daya tahan tinggi. Dalam kondisi suhu lingkungan normal, sistem mutakhir ini bahkan mampu mengisi baterai dari 10% hingga 97% dalam waktu 8 menit 40 detik saja.
Bersamaan dengan itu, Geely juga memperkenalkan generasi terbaru baterai listrik serta meluncurkan pembaruan untuk SUV listrik murni mereka, Galaxy E5. Langkah ekspansif ini dilakukan di tengah tren penjualan EV di China yang sempat melambat selama 11 bulan berturut-turut hingga Agustus lalu.
“Kecepatan pengisian saat ini sudah mendekati batas fisik, dan peningkatan marjinal dari upaya mengejar kecepatan yang lebih tinggi di masa depan akan semakin kecil,” ujar eksekutif Geely, Zhang Dewang, dikutip dari Reuters, Jumat (25/9/2026).
Guna menjaga stabilitas suhu dan faktor keamanan saat mengalirkan daya super besar, Geely membenamkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) pada sistem cloud serta di dalam kendaraan. Teknologi tersebut memanfaatkan simulasi digital berbasis cloud serta model deep learning yang terpasang langsung di mobil.
Sistem cerdas itu bertugas memantau kesehatan baterai secara real-time, mengatur sirkulasi suhu, hingga memprediksi potensi gangguan atau bahaya secara dini.
Inovasi dari Geely ini hadir sebagai respons langsung terhadap langkah BYD yang sebelumnya telah memperkenalkan sistem flash-charging generasi baru. Sistem milik BYD mengeklaim mampu mengisi daya baterai dari 10% hingga 97% dalam durasi sembilan menit.
Berdasarkan riset Deutsche Bank yang mengutip pertemuan dengan manajemen BYD, produsen mobil listrik terbesar di dunia itu bahkan berencana membangun hingga 90.000 stasiun pengisian daya khusus hingga tahun 2028 mendatang.
Zhang menilai, ekosistem pengisian daya EV ke depan akan bertransformasi menyerupai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) konvensional dengan berbagai merek yang menyediakan layanan terpadu. Menurutnya, pembangunan infrastruktur secara masif oleh berbagai pihak ini akan mempercepat adopsi jaringan pengisian cepat secara global.
(fab/fab)
Leave a comment