
Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi memproyeksikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite mengalami kenaikan hingga akhir tahun akibat peralihan konsumsi masyarakat. Kenaikan volume penyaluran BBM bersubsidi tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan penyesuaian serta penambahan kuota pasokan.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya fenomena peralihan (shifting) penggunaan BBM non subsidi seperti Pertamax Series ke BBM bersubsidi khususnya jenis Pertalite (RON 90) di masyarakat.
Dia menegaskan pemerintah akan melakukan perhitungan pada akhir bulan untuk menentukan penyesuaian kuota BBM bersubsidi tersebut.
“Oh Pertalite? Pertalite, nanti coba saya akan melakukan exercise nanti di akhir bulan ini, ya. Tapi memang ada terjadi peningkatan dibandingkan dengan 2026, ya. ada kenaikan. Karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. ada shifting dari RON 92 ke RON 90. Sebagian ada shifting. Karena ada shifting, pasti kita akan melakukan penyesuaian, ya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Pemerintah mengantisipasi konsekuensi anggaran subsidi yang berpotensi membengkak akibat penambahan kuota Pertalite tersebut. Pihaknya memastikan kesiapan anggaran telah diperhitungkan seiring dengan kenaikan konsumsi masyarakat.
“Ya pasti kita sudah memikirkan lah, ya,” tegasnya.
Sayangnya, dirinya belum merincikan persentase penambahan kuota BBM jenis Pertalite yang akan dialokasikan hingga akhir tahun. “Masih diexercise, ya. Masih diexercise. Makasih,” tandasnya.
(pgr/pgr)
Leave a comment