Home Finance Grindr Diduga Bocorkan Status HIV Pengguna, Kena Denda Rp620 M
Finance

Grindr Diduga Bocorkan Status HIV Pengguna, Kena Denda Rp620 M

Share
Grindr Diduga Bocorkan Status HIV Pengguna, Kena Denda Rp620 M
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Aplikasi kencan LGBTQ+ terbesar di dunia, Grindr, sepakat membayar £26 juta (sekitar Rp620 miliar) untuk menyelesaikan gugatan terkait tuduhan pembagian data pribadi sensitif termasuk status HIV pengguna kepada pihak ketiga.

Melansir BBC, langkah ini diambil untuk mengakhiri gugatan kelompok (class action) yang diajukan di Pengadilan Tinggi Inggris dan diikuti lebih dari 11.000 penggugat.

Kasus yang dipimpin oleh firma hukum Austen Hays ini bermula dari temuan tahun 2018 bahwa Grindr memberikan akses data sensitif seperti etnis, orientasi seksual, hingga status HIV kepada dua perusahaan analitik, Apptimize dan Localytics, untuk kebutuhan penyesuaian iklan.

Pengguna Grindr alami tekanan batin

Pengacara utama gugatan tersebut, Chaya Hanoomanjee, menegaskan bahwa para pengguna Grinder mengalami tekanan batin yang signifikan akibat data pribadi mereka dibagikan tanpa izin.

Grindr menegaskan bahwa penyelesaian ini bukan bentuk pengakuan atas kesalahan atau tanggung jawab hukum. Perusahaan bergeming bahwa tuduhan tersebut berkaitan dengan praktik data sebelum tahun 2020, saat manajemen masih di bawah perusahaan asal China, Kunlun.

“Meskipun menyanggah tuduhan tersebut, Grindr memahami dan mengakui adanya tekanan batin serta hilangnya kepercayaan yang disampaikan oleh sebagian pengguna,” tulis Grindr dalam dokumen resminya.

Sebelum kesepakatan ini, Grindr sempat dijatuhi denda £5,5 juta oleh pengawas perlindungan data Norwegia dan mendapat teguran dari otoritas privasi Inggris (ICO).

Pihak manajemen menyatakan telah merombak total sistem privasi mereka sejak 2020 guna menjamin keamanan serta transparansi data bagi seluruh penggunanya.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *