
Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Ada pepatah “Mulutmu Harimaumu”. Hal Ini mengacu agar saat berbicara bisa mempertimbangkan dahulu agar tidak menyakiti orang lain. Psikolog Dr. Catherine Nobile, Psy.D menjelaskan bahwa memahami dampak bahasa terhadap hubungan merupakan hal yang mendasar. Kata-kata membentuk persepsi dan emosi, yang pada gilirannya memengaruhi cara seseorang memproses informasi.
Apalagi sangat mungkin seseorang salah menilai orang lain karena ucapannya. Meskipun kata-kata tersebut umum dan sering diucapkan dengan niat baik, beberapa ungkapan justru membuat orang lain tidak menyukainya.
Oleh karena itu, ketahui beberapa kalimat yang bisa membuat seseorang langsung tidak disukai menurut para psikolog:
1. ‘Itu kan sudah menjadi pengetahuan umum’
Dr. Catherine Nobile, Psy.D, mengatakan kalimat ini bisa terdengar merendahkan karena menyiratkan bahwa orang lain kurang memiliki pengetahuan atau kemampuan. Sebaliknya, ia menyarankan kamu untuk menggantinya dengan kalimat seperti, “Mari kita bahas hal ini bersama” atau “Apakah ada hal yang perlu aku jelaskan lebih lanjut kepadamu?”.
2. ‘Santai saja, bukan masalah besar, kok’
Kalimat ini bisa terkesan menyepelekan perasaan orang lain dan membuat mereka merasa tidak penting, . Sebaliknya, ucapkan, “Aku paham bahwa hal ini mengganggu kamu. Apakah kamu ingin membicarakannya?”.
3. ‘Aku hanya berkata jujur’
Mengucapkan “akan berkata jujur” untuk dijadikan pembenaran demi menyatakan kritik yang kasar atau tidak perlu menurut Dr. Catherine Nobile, Psy.D. Dia menjelaskan sebaiknya menggunakan kalimat yang lebih bijaksana seperti, “Aku ingin menyampaikan pendapatsecara konstruktif” atau “Begini sudut pandangku”.
4. ‘Kan, aku sudah bilang’
“Kan, aku sudah bilang” bisa terasa ‘memuaskan’ bagi beberapa orang. Namun, menurut psikolog Dr. Joel Frank, Psy.D, kebanyakan orang tidak menyukai ungkapan ini. Pasalnya, ungkapan ini bisa menjadi masalah karena terkesan merendahkan dan tidak membantu, sehingga membuat orang lain merasa dikecilkan atau tidak dihargai.
“Sebagai gantinya, cobalah katakan, ‘Aku senang kita berhasil menemukan solusi bersama,” ujar Dr. Joel Frank, Psy.D.
5. ‘Jangan tersinggung, tapi…’
Sering kali, kalimat “Jangan tersinggung, tapi…” mendahului sesuatu yang sebenarnya bersifat menyinggung.
“Hal ini dapat langsung membuat orang lain bersikap defensif, sehingga mereka menjadi kurang terbuka terhadap pendapatmu, dan tidak memberi mereka waktu untuk menyiapkan diri secara emosional dalam menerima masukan,” jelas Dr. Vanessa S. Kennedy, Ph.D., direktur psikologi di Driftwood Recovery.
Ia menambahkan bahwa penting untuk mempertimbangkan tujuanmu serta sosok yang akan menerima masukan tersebut saat menentukan cara memulai percakapan.
6. ‘Kamu nggak akan mengerti’
Menurut Dr. Joel Frank, Psy.D, ungkapan ini mengasumsikan bahwa orang lain tidak memiliki kemampuan atau kecerdasan untuk memahami suatu konsep, yang bisa terasa menghina dan membuat mereka merasa dikucilkan, Beauties.
Sebaiknya menggunakan kalimat, “Izinkan aku menjelaskan mengapa hal ini penting dan bagaimana cara kerjanya.”
7. “Terserah”
“Terserah” ini terpilih sebagai “Kata Paling Menyebalkan” dalam jajak pendapat tahunan Marist National Poll selama lebih dari satu dekade. Ungkapan ini bisa terkesan meremehkan, menunjukkan ketidaktertarikan serta kurangnya rasa hormat terhadap pendapat atau perasaan orang lain. Sebagai gantinya, bisa mengatakan, “Aku paham maksudmu. Mari kita bahas lebih lanjut.”
(dce)
Leave a comment