Home Finance Harga Cabai Masih Mahal, Mendag Ungkap Biang Keroknya!
Finance

Harga Cabai Masih Mahal, Mendag Ungkap Biang Keroknya!

Share
Harga Cabai Masih Mahal, Mendag Ungkap Biang Keroknya!
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan kenaikan harga cabai masih terjadi akibat faktor cuaca yang menekan produksi. Pemerintah pun mengandalkan distribusi pasokan dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kekurangan untuk meredam lonjakan harga.

Budi mengatakan, pemerintah telah mengirimkan sebanyak 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Pengiriman dilakukan karena Jawa Timur memiliki surplus produksi cabai, sementara wilayah tujuan membutuhkan tambahan pasokan.

“Jadi cabai kemarin kita ngirim ke Halmahera ya, kan kita ngirim 7 ton dari Jawa Timur, karena Jawa Timur surplus cabai,” ujar Budi saat ditemui di Jakarta.

Pengiriman tersebut merupakan bagian dari kerja sama pemerintah dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bank Indonesia (BI), dan pemerintah daerah.

Menurut Budi, kondisi cuaca yang kurang mendukung menyebabkan produksi cabai menurun. Meski demikian, pasokan cabai masih tersedia di sejumlah daerah sehingga pemerintah berupaya mengalirkannya ke wilayah yang mengalami kekurangan.

“Memang cabai rawit, kemudian cabai rawit keriting, cabai rawit merah sedikit kenaikan. Itu karena memang faktor cuaca,” katanya.

Selain cabai, pemerintah juga tengah mempersiapkan pengiriman komoditas lain, salah satunya telur ayam, dari daerah yang mengalami surplus ke daerah yang membutuhkan.

Budi menyebut harga telur ayam secara nasional berada di kisaran Rp26.400. Namun, di sejumlah daerah, harga telur bisa mencapai Rp30.000 akibat kendala distribusi.

“Telur itu surplus. Nah kita kirim, apalagi telur ini sekarang kan harga rata-rata nasional itu Rp26.400, sementara ada daerah tertentu yang distribusinya agak susah itu naik,” ujarnya.

Pemerintah berharap pengiriman antardaerah tersebut dapat memperlancar distribusi dan menjaga harga komoditas pangan tetap stabil.

Budi menambahkan, faktor nilai tukar dolar juga dapat memengaruhi harga sejumlah komoditas. Namun, pemerintah saat ini berupaya memastikan distribusi dan logistik berjalan dengan baik agar pasokan di setiap daerah tetap terjaga.

“Ya, pasti kalau dolar pasti beberapa itu tapi kan gini, kita ingin semua (daerah) meneruskan, terutama dari sisi distribusinya…Jadi logistiknya harus stabil,” ujarnya.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *