Home Finance Harga Emas Mandek di Zona US$4.000, Pasar Mencium Kebangkitan Inflasi
Finance

Harga Emas Mandek di Zona US$4.000, Pasar Mencium Kebangkitan Inflasi

Share
Harga Emas Mandek di Zona US.000, Pasar Mencium Kebangkitan Inflasi
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dan perak menguat tipis di tengah ketidakpastian perang di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi.

Pelaku pasar juga mencermati serangkaian data ketenagakerjaan AS pekan ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (3/8/2026) ditutup di posisi US$ 4052,65 per troy ons. Harganya menguat tipis 0,29%.

Penguatan ini menjadi kabae baik setelah harganya tumbang 1,5% pada Jumat lalu.

Harga emas pada hari ini, Selasa (4/8/2026) pukul 06.38 WIB, harganya melemah 0,04% ke US$ 4051,28 per troy ons.


Analis Marex Edward Meir mengatakan emas telah bergerak dalam kisaran US$4.000-US$4.200 per ons selama lebih dari sebulan. Menurutnya, pasar mulai mengantisipasi kebangkitan inflasi, terutama ketika data Juli dirilis dan berpotensi menghapus sebagian besar penurunan inflasi pada Juni.

“Salah satu faktor yang menopang harga emas adalah ekspektasi pasar terhadap potensi kebangkitan inflasi, terutama pada Juli ketika data terbaru kemungkinan akan membalikkan sebagian besar penurunan inflasi yang terjadi pada Juni,” kata analis Marex Edward Meir, dikutip dari Refinitiv.

Tiga pejabat The Fed yang pekan lalu mendukung kenaikan suku bunga menyatakan bahwa penundaan kenaikan biaya pinjaman berisiko membuat inflasi tetap berada di atas target 2%. Presiden The Fed New York John Williams juga menegaskan bank sentral siap menaikkan suku bunga jika tekanan inflasi tidak mereda.

Harga minyak Brent melonjak lebih dari 20% sepanjang bulan lalu setelah konflik AS-Iran kembali memanas dan serangan terhadap sejumlah kapal tanker di sekitar Oman meningkatkan kekhawatiran keamanan.

Kenaikan harga energi memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menekan inflasi, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, Iran menegaskan tidak ada pembicaraan yang berlangsung dengan AS maupun rencana pertemuan apa pun. Pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyebut adanya pembicaraan sebagai alasan pembatalan serangan terhadap Iran.

Pasar kini menantikan sejumlah data ketenagakerjaan AS pekan ini, termasuk laporan tenaga kerja ADP dan data non-farm payrolls.

Harga perak juga ikut membaik.

Harga perak menguat 0,95% pada penutupan perdagangan Senin (3/8/2026) ke U$ 58,18 per troy ons.

Pada hari ini, Selasa (4/8/2026) pukul 06.42 WIB, hargana melandai 0,17% ke U$ 58,08 per troy ons.



(mae/mae)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *