Home Finance Harga Emas & Perak Bangkit Usai Babak Belur. Yakin Melonjak Lagi?
Finance

Harga Emas & Perak Bangkit Usai Babak Belur. Yakin Melonjak Lagi?

Share
Harga Emas & Perak Bangkit Usai Babak Belur. Yakin Melonjak Lagi?
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dan perak bangkit usai babak belur tiga hari.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (15/10/2026) ditutup di posisi US$ 4170,25 per troy ons.Harganya melesat 1,6%.

Kenaikan ini memutus tren negatifnya di mana emas ambruk tiga hari beruntun sebelumnya.

Pada hari ini, Jumat (16/10/2026) pukul 06.37 WIB, harga emas melemah 0,21% ke US$ 4161,38 per troy ons.



Kenaikan emas ditopang oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury.

Sementara itu, ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada bulan ini masih rendah, meskipun data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan.

Indeks dolar AS (DXY) melemah 0,5%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di level terendah dalam tiga pekan.

 

“Saya pikir pasar sebagian besar telah mengantisipasi data indeks harga produsen (PPI) yang tinggi setelah angka indeks harga konsumen (CPI) sehari sebelumnya juga lebih tinggi dari perkiraan,” kata Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, dikutip dari Refinitiv.

“Pasar mulai menyadari bahwa ruang gerak The Fed agak terbatas akibat kondisi fiskal, dan menaikkan suku bunga jauh lebih tinggi akan menjadi beban besar bagi perekonomian,” ujarnya.

Suku bunga yang lebih tinggi membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas, menjadi kurang menarik bagi investor.

 

Harga produsen AS mencatat kenaikan terbesar dalam 4,5 tahun pada September, seiring meningkatnya biaya barang dan jasa. Data terbaru ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi semakin meluas dan tidak lagi terbatas pada produk energi.

Data tersebut dirilis sehari setelah laporan inflasi konsumen AS menunjukkan kenaikan harga yang semakin cepat pada September, dipicu lonjakan harga bensin. Setelah data CPI dirilis, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober meningkat tajam.

Namun, Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly dan Wakil Ketua Bidang Pengawasan The Fed Michelle Bowman menyatakan bahwa kenaikan suku bunga dalam waktu dekat belum tentu diperlukan. Pernyataan tersebut meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober.

 

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada akhir bulan ini sekitar 29%.

Investor juga mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari ini untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter menjelang rapat The Fed bulan ini.

Harga perak juga ikut bangkit.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Kamis (15/10/2026) ditutup di posisi US$ 57,44 per troy ons.Harganya melonjak 3,3%.

Pada hari ini, Jumat (16/10/2026) pukul 06.37 WIB, hargaperak melemah 0,49% ke US$ 57,15 per troy ons.

(mae/mae)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *