Home Finance Harga Minyak Makin Panas, Ancaman Hormuz-Laut Merah Dorong Reli
Finance

Harga Minyak Makin Panas, Ancaman Hormuz-Laut Merah Dorong Reli

Share
Harga Minyak Makin Panas, Ancaman Hormuz-Laut Merah Dorong Reli
Share




Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (17/7/2026) pagi, memperpanjang reli yang telah berlangsung sepanjang pekan ini.

Eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menjadi pendorong utama, setelah situasi keamanan di Timur Tengah semakin memanas dan mengancam jalur distribusi minyak global.

Berdasarkan Refinitiv hingga pukul 09.20 WIB, harga Brent berada di US$85,06 per barel, naik 0,99% dibanding penutupan sebelumnya di US$84,23 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,18% ke US$79,88 per barel dari US$78,95 per barel.



Penguatan tersebut memperpanjang tren kenaikan minyak sepanjang pekan. Dibanding penutupan Jumat pekan lalu (10/7), Brent telah melonjak sekitar 11,9%, sedangkan WTI naik hampir 11,9%. Reli ini membawa Brent kembali bertahan di atas US$85 per barel.

Sentimen terbesar datang dari meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran. Reuters melaporkan gencatan senjata yang sempat tercapai bulan lalu praktis kehilangan efektivitas setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan di kawasan Teluk.

Untuk pertama kalinya sejak nota kesepahaman penghentian konflik diberlakukan, militer AS pada Rabu meluncurkan dua gelombang serangan udara besar dalam sehari yang menyasar sejumlah target di dekat pesisir selatan Iran. Operasi tersebut berlanjut pada Kamis, sementara Komando Pusat AS menyatakan serangan terhadap kemampuan militer Iran telah memasuki malam keenam berturut-turut.

Iran merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan udara yang baru diperluas di Yordania.

Kekhawatiran pasar semakin besar setelah tiga sumber Reuters mengungkapkan bahwa Teheran telah meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup jalur pelayaran Laut Merah apabila AS menyerang infrastruktur kelistrikan Iran.

Ancaman tersebut memperluas risiko pasokan global. Sebelumnya pasar telah dibayangi terganggunya arus minyak dari Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Kini perhatian investor turut mengarah ke Laut Merah, koridor penting bagi pengiriman minyak dari Timur Tengah menuju Eropa melalui Terusan Suez.

Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol mengingatkan keamanan pasokan energi masih menjadi persoalan utama.

Menurutnya, kondisi tersebut layak menjadi perhatian apabila situasi geopolitik tidak membaik dalam beberapa pekan ke depan.

Di sisi teknikal, analis IG menilai penguatan harga masih berpotensi berlanjut. Selama WTI mampu bertahan di area pertengahan US$70 per barel, ruang kenaikan menuju kisaran pertengahan US$80 per barel masih terbuka.

Pasar juga menyoroti perkembangan lain dari Amerika Serikat. Trump Media & Technology Group meluncurkan layanan data berbayar yang memberikan akses tercepat terhadap unggahan akun-akun berpengaruh di Truth Social, termasuk Presiden Donald Trump. Langkah tersebut diperkirakan membuat respons pelaku pasar terhadap pernyataan politik yang berpotensi memengaruhi harga minyak menjadi semakin cepat.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *