Jakarta, CNBC Indonesia – Pergerakan saham di sektor energi, khususnya minyak dan gas bumi, menunjukkan tren positif pada perdagangan hari ini. Mayoritas saham unggulan di sektor ini berhasil mendarat di zona hijau, seiring dengan melonjaknya harga minyak dunia.
Sentimen tersebut turut memberi angin segar bagi sejumlah emiten di pasar modal Tanah Air. Misalnya saja, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan penguatan dengan kenaikan tertinggi sebesar 4,40%, membawa harga sahamnya ke level Rp1.425 per lembar.
Selain itu, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi BBM dan logistik ini menguat sebesar 4,06% dan ditutup pada harga Rp1.410.
Di saat yang sama, emiten migas swasta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turut memberikan hasil positif dengan kenaikan 3,25%, menempatkan harga sahamnya di posisi Rp1.270.
Emiten jasa pendukung migas, PT Elnusa Tbk (ELSA), juga terpantau bergerak atraktif dengan mencatatkan kenaikan sebesar 2,34% ke level harga Rp655.
Sementara itu, performa yang berbeda ditunjukkan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Berbeda dengan rekan-rekan se-sektornya yang melaju pesat, saham PGAS cenderung bergerak landai dan ditutup stagnan pada level Rp1.500 tanpa mengalami perubahan harga atau 0,00% namun sempat mencapai harga tertinggi Rp 1.526 per saham.
Sebagai informasi, Selat Hormuz semakin memburuk dengan munculnya laporan ledakan dua kapal tanker minyak, penurunan lalu lintas kapal, hingga lonjakan harga minyak dunia yang menembus US$90 per barel, pada saat yang sama, Kuwait melaporkan fasilitas desalinasi airnya diserang untuk hari kedua berturut-turut.
Dilansir Reuters, pemerintah Kuwait pada Senin (20/7/2026) menyatakan bahwa salah satu pabrik desalinasi air kembali menjadi sasaran serangan yang memicu kebakaran. Pemerintah menyebut insiden tersebut sebagai serangan langsung terhadap infrastruktur sipil yang sangat vital.
Serangan terbaru itu terjadi ketika kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global melalui Selat Hormuz terus meningkat. Ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran melanjutkan konfrontasi terbuka usai saling menuding telah berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Adapun data LSEG menunjukkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz terus menurun. Sebanyak empat kapal melintasi selat tersebut pada Minggu, turun dibanding delapan kapal sehari sebelumnya.
Meski demikian, sejak Jumat sedikitnya tiga kapal tanker pengangkut produk minyak serta satu kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (Very Large Crude Carrier/VLCC) telah memasuki Selat Hormuz untuk memuat minyak.
Meningkatnya risiko terhadap jalur distribusi energi global turut mendorong harga minyak dunia melonjak. Harga minyak pada Senin naik sekitar 2% hingga diperdagangkan di atas US$90 per barel.
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment