Home Finance IHSG Bangkit, Sufmi Dasco Pamer Pergerakan Saham BMRI Hingga BBRI
Finance

IHSG Bangkit, Sufmi Dasco Pamer Pergerakan Saham BMRI Hingga BBRI

Share
IHSG Bangkit, Sufmi Dasco Pamer Pergerakan Saham BMRI Hingga BBRI
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad berbicara mengenai “kebangkitan” Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Selasa (20/10/2026), usai dihantam koreksi tajam dalam sepekan terakhir.

Dalam unggahan Instagram pribadinya, terdapat tangkapan layar pergerakan naik saham-saham big banks RI. Perinciannya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 5,95%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 5,12%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 4,05%, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 2,70%.

Selain itu, Dasco juga turut mengunggah tangkapan layar pergerakan IHSG pagi ini, sebesar 2,92% ke level 5.142.

“Pagi Yang Cerah ✅,” kata Dasco dalam caption unggahannya, dikutip Selasa (20/10/2026).

Penguatan signifikan IHSG pagi ini tidak lepas dari serangkaian langkah penyelamatan yang dikerahkan otoritas bursa, regulator, pemerintah, hingga emiten secara bersamaan. Kompaknya respons berbagai pihak dalam waktu singkat menjadi sinyal bagi pelaku pasar bahwa tekanan akibat pengumuman MSCI tidak dibiarkan berlarut-larut.

Sentimen pertama datang dari gelombang aksi pembelian kembali saham (buyback) oleh emiten-emiten konglomerat. Setidaknya lima emiten milik Prajogo Pangestu dan Grup Sinar Mas menyiapkan dana buyback dengan nilai gabungan sekitar Rp4,5 triliun. Dari kubu Prajogo, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) masing-masing menganggarkan hingga Rp1 triliun, sedangkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menyiapkan Rp500 miliar. Dari Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turut mengalokasikan Rp1 triliun. Aksi ini dinilai mampu menjadi bantalan permintaan di tengah derasnya aksi jual, sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen bahwa harga saham sudah berada di bawah nilai fundamentalnya.

Sentimen kedua berasal dari langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat aturan untuk menjawab kekhawatiran MSCI. BEI mengumumkan dua inisiatif baru, yakni menambahkan informasi hubungan afiliasi dalam publikasi pemegang saham di atas 1%, serta mengeluarkan saham-saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Bobot saham HSC terhadap IHSG saat ini mencapai 18%. Dengan dikeluarkannya saham-saham tersebut, pergerakan IHSG diharapkan lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya. Langkah ini juga menyasar langsung isu transparansi kepemilikan saham yang selama ini menjadi sorotan MSCI.

Sentimen ketiga datang dari Danantara. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menegaskan pihaknya siap menambah kepemilikan di saham-saham BUMN yang memiliki fundamental kuat. Pernyataan ini memberi keyakinan bahwa ada pembeli besar yang siap masuk ketika harga saham BUMN, terutama perbankan pelat merah, terdiskon dalam akibat aksi jual beberapa hari terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah ramai-ramai emiten di bursa mengumumkan aksi buyback, serta keterangan dari SRO, regulator, pelaku pasar hingga pemerintah yang kompak mau berbenah menyelesaikan permasalahan pasar modal.

Sementara itu, secara year to date, IHSG telah terjun 40,47%. Koreksi tajam pekan lalu tidak lepas dari pengumuman MSCI yang mengancam menurunkan peringkat pasar saham RI ke standalone market.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *