Home Finance IHSG Jatuh ke Level Terendah 6 Tahun: Ini Titik-Titik Kritisnya
Finance

IHSG Jatuh ke Level Terendah 6 Tahun: Ini Titik-Titik Kritisnya

Share
IHSG Jatuh ke Level Terendah 6 Tahun: Ini Titik-Titik Kritisnya
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Indeks saham utama Indonesia ini sempat turun lebih dari 10% hingga menyentuh level 5.193,22, posisi terendah dalam sekitar enam tahun terakhir atau sejak September 2020.

Berdasarkan data Refinitiv, level tersebut mendekati posisi IHSG pada 4 September 2020 yang sempat menyentuh 5.188,61. Artinya, indeks saham Indonesia kini kembali berada di kisaran level yang pernah terlihat saat pandemi Covid-19 melanda.

 

Tekanan kali ini terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan status pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari Emerging Market menjadi Standalone Market. IHSG bahkan sempat melemah lebih dari 8% hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).

Dalam enam tahun terakhir, IHSG beberapa kali mengalami tekanan akibat berbagai peristiwa besar, mulai dari pandemi, konflik geopolitik, perang dagang, hingga ketidakpastian kebijakan.

Pada 24 Maret 2020, IHSG sempat menyentuh level 3.911,72, menjadi titik terendah pada tahun tersebut seiring kepanikan pasar akibat pandemi Covid-19.

Setelah berangsur pulih, pasar saham kembali menghadapi ketidakpastian pada 2022 akibat perang Rusia-Ukraina serta kenaikan suku bunga global untuk meredam inflasi.

Tekanan besar kembali terjadi pada 8 April 2025 ketika IHSG menyentuh 5.882,61, di tengah gejolak pasar global akibat kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

 

Memasuki 2026, IHSG kembali mengalami pelemahan tajam hingga menyentuh level 5.317,91 pada 8 Juni, sebelum mencatatkan titik terendah baru di level 5.193,22 pada 16 Oktober.

Berbeda dengan tekanan akibat pandemi pada 2020 maupun perang dagang pada 2025, pelemahan kali ini dibayangi kekhawatiran terhadap evaluasi MSCI yang berpotensi memengaruhi posisi Indonesia dalam indeks saham global serta aliran dana investor asing.

Berdasarkan data Refinitiv, level 5.193,22 yang dicapai pada perdagangan hari ini juga menjadi titik terendah IHSG sepanjang periode 2022 hingga Oktober 2026.

Berikut 10 titik terendah IHSG sepanjang periode tersebut, berdasarkan level terendah perdagangan harian (intraday low).



(mae/mae)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *