Home Finance IHSG Tertekan, Indeks Saham Syariah Ikut Anjlok 45%
Finance

IHSG Tertekan, Indeks Saham Syariah Ikut Anjlok 45%

Share
IHSG Tertekan, Indeks Saham Syariah Ikut Anjlok 45%
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kinerja pasar saham syariah Indonesia masih tertekan sepanjang 2026. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat anjlok 45,10% secara year to date (ytd) hingga Oktober 2026, sejalan dengan tekanan yang juga membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“pada industri keuangan syariah sejalan dengan IHSG, kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia, secara year to date masih mengalami tekanan,” kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ISSI per Oktober 2026 berada di level 169,42. Posisi tersebut merosot dibandingkan penutupan Desember 2025 yang mencapai 308,61.

Tekanan terhadap indeks saham syariah juga terlihat dari penyusutan kapitalisasi pasar. Per Oktober 2026, kapitalisasi pasar saham syariah tercatat sebesar Rp4.304,17 triliun, anjlok dibandingkan posisi Desember 2025 yang mencapai Rp8.971,68 triliun.

Dengan capaian tersebut, pangsa pasar saham syariah terhadap total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di level 48,80%. Adapun jumlah saham yang masuk dalam kategori saham syariah tercatat sebanyak 579 saham, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.

Di tengah tekanan pasar saham syariah, sejumlah instrumen keuangan syariah lainnya justru masih mencatatkan pertumbuhan positif.

OJK mencatat outstanding sukuk korporasi mencapai Rp100,07 triliun pada Oktober 2026, meningkat 13,44% secara year to date dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp88,21 triliun. Pangsa pasar sukuk korporasi tercatat sebesar 17,62%.

Sementara itu, pengelolaan investasi syariah melalui reksa dana juga menunjukkan pertumbuhan. Asset Under Management (AUM) reksa dana syariah tercatat sebesar Rp85,04 triliun dengan pangsa pasar 13,71%. Secara year to date, AUM reksa dana syariah tumbuh 1,92%.

Di sektor perbankan syariah, pembiayaan masih tumbuh dua digit. Hingga September 2026, pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp757,32 triliun atau tumbuh 12,05% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7,48% yoy menjadi Rp853,75 triliun. Sementara itu, total aset perbankan syariah mencapai Rp1.108,45 triliun dengan pangsa pasar 7,53%.

Kondisi tersebut menunjukkan kinerja industri keuangan syariah yang masih bervariasi. Ketika pasar saham syariah mengalami tekanan cukup dalam, pembiayaan perbankan dan sukuk korporasi masih mampu mencatatkan pertumbuhan.

Selain itu, dana yang dihimpun melalui securities crowdfunding syariah mencapai Rp1.191,17 miliar, tumbuh 19,27% yoy dengan pangsa pasar sebesar 57,07%.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *