Home Finance Ilmuwan Ungkap Fakta Soal Makhluk Bumi Berasal dari Luar Angkasa
Finance

Ilmuwan Ungkap Fakta Soal Makhluk Bumi Berasal dari Luar Angkasa

Share
Ilmuwan Ungkap Fakta Soal Makhluk Bumi Berasal dari Luar Angkasa
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Para ilmuwan menjalankan seratus ribu simulasi tumbukan komet dengan Bumi untuk menguji salah satu teori terbesar. Apakah kehidupan di Bumi berasal dari luar angkasa? Hasilnya mengejutkan. Kemungkinan kehidupan dari Bumi berasal dari luar angkasa sangat kecil, nyaris mustahil, dikutip Jumat (30/10/2026).

Selama lebih dari satu abad, banyak ilmuwan menduga bahwa kehidupan di Bumi berawal dari bahan kimia pembentuk kehidupan yang datang dari luar angkasa, dibawa oleh komet. Zat yang menjadi fokus utama adalah sianida hidrogen yaitu molekul dasar yang dapat membentuk lemak, gula, dan bahan penyusun DNA. Zat ini memang ditemukan di dalam komet dalam jumlah yang cukup melimpah.

Namun pertanyaannya adalah kemampuan zat tersebut bertahan hidup setelah menembus atmosfer, menahan panas tabrakan, dan menabrak permukaan Bumi kemudian masih dapat membentuk kehidupan?

Tim peneliti dari Universitas Cambridge menjalankan seratus ribu skenario berbeda untuk meniru masa awal Bumi, ketika puluhan ribu komet menghantam planet ini.

Dalam 54 persen simulasi, tidak ada satu pun komet yang berhasil mengantarkan zat tersebut dalam jumlah cukup. Komet hancur di udara, zatnya terbakar saat menabrak permukaan, atau jatuh ke laut lalu terencer hingga tak berarti. Pada 46 persen skenario sisanya, setidaknya ada satu komet yang berhasil mendarat dengan membawa zat yang cukup. Namun bahkan dalam kasus yang “berhasil” itu, kesempatan yang diberikan sangat singkat, tidak cukup lama untuk bahan kimia itu berkembang menjadi kehidupan.

“Gagasan ini memang terdengar indah, tetapi hasil kami menunjukkan kemungkinannya sangat kecil,” ujar Richard Anslow, pemimpin penelitian, seperti dikutip oleh Science Alert, Jumat (30/10/2026). “Ini harus benar-benar menjadi peristiwa langka, satu dari sejuta. Komet harus menabrak dengan kecepatan dan sudut yang tepat persis, lalu lingkungan sesudahnya harus sempurna agar zat itu berkembang menjadi kehidupan.”

Peneliti menegaskan hasil simulasi tidak membuktikan bahwa kehidupan tidak berasal dari luar angkasa, hanya membuktikan bahwa jalur ini jauh lebih sulit dan lebih jarang terjadi daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Hal yang paling mengejutkan, jika kehidupan datang dari komet, planet lain justru lebih cocok. Mars, dengan atmosfer yang lebih tipis dan kecepatan hantaman yang lebih rendah, ternyata lima kali lebih mungkin menerima bahan kimia dari komet dibandingkan Bumi. Sebaliknya, Venus dengan atmosfernya yang sangat tebal akan menghancurkan hampir semua komet sebelum sempat menyentuh permukaannya.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *