
Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat meroketnya kinerja impor Indonesia pada Juni 2026. Nilainya mencapai US$ 25,91 miliar atau naik 34,27% dibanding periode yang sama pada tahun lalu.
“Pada Juni 2026, total nilai impor US$ 25,91 miliar atau naik 34,27% yoy,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, saat konferensi pers, Senin (3/8/2026).
Nilai impor itu paling banyak berasal dari komoditas non migas sebesar US$ 21,35 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 25,05%.
Sementara itu, kenaikan nilai impor tertinggi berasal dari komoditas minyak dan gas bumi alias migas yang sebesar US$ 4,56 miliar atau naik hingga 105,15% dari catatan pada Juni 2025.
Berdasarkan penggunaan barang, impor yang paling banyak masuk ke Indonesia pada Juni 2026 adalah barang bahan baku atau penolong senilai US$ 18,56 miliar, dengan kenaikan 38,94%.
Selanjutnya ialah berupa barang modal dengan nilai US$ 5,25 miliar. Nilai impor barang modal itu naiknya sebesar 26,53% dibanding Juni 2025.
Terakhir, untuk barang konsumsi, total nilai impornya pada Juni 2026 sebesar 2,11%. Nilai impor ini juga naik hingga 17,46% dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Pada kondisi Juni 2026 seluruh impor menurut penggunaan barang naik secara tahunan,” tutur Ateng.
(arj/arj)
Leave a comment