Home Finance Intip Cara Negara Lain Selamatkan Pasar Saham
Finance

Intip Cara Negara Lain Selamatkan Pasar Saham

Share
Intip Cara Negara Lain Selamatkan Pasar Saham
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Perubahan pasar modal Indonesia semakin luas. Publikasi pemegang saham di atas 1%, minimum free float 15%, penelusuran pemilik manfaat, hingga rencana pengeluaran saham berkonsentrasi tinggi dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi bagian dari penyesuaian tersebut.

Dibanding Amerika Serikat, Inggris, Hong Kong, India, dan Singapura, Indonesia membuka informasi lebih dalam pada aspek tertentu.

Namun, pasar lain juga memiliki persyaratan ketat, mulai dari nilai saham publik, jumlah pemegang, hingga pembatasan perdagangan.


Indonesia: Kepemilikan Dibuka di Atas 1%

Indonesia mempublikasikan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Informasi afiliasi yang diumumkan sebagai tambahan pada 19 Oktober dimaksudkan untuk memperjelas hubungan pemegang saham dengan pengendali.

UBO atau ultimate beneficial owner merupakan pihak yang pada akhirnya menikmati manfaat atau mengendalikan kepemilikan.

Dalam ketentuan yang dijelaskan OJK, informasi pemilik manfaat untuk pemegang saham dengan kepemilikan sedikitnya 10% tersedia melalui prosedur akses tertentu, bukan seluruhnya terbuka bebas.

Minimum free float 15% memiliki masa transisi pemenuhan. Sementara itu, 39 kategori merujuk total klasifikasi dan tipe investor dalam data kepemilikan KSEI. Jumlahnya tidak langsung disetarakan dengan negara lain karena struktur dan tujuan klasifikasinya berbeda.

HSC atau high shareholding concentration menunjukkan saham terkonsentrasi pada sedikit pemegang. BEI mengumumkan akan mengeluarkan saham HSC dari perhitungan IHSG. Keluar indeks berbeda dari delisting, dan pengumuman perlu dibedakan dari pelaksanaannya.

Pada perdagangan, lantai harga pasar reguler dan tunai diturunkan menjadi Rp1. ARB 7% membatasi penurunan harian sesuai kelompok harga dan periode yang ditetapkan. Adapun PPK atau Papan Pemantauan Khusus memiliki kriteria penempatan serta mekanisme perdagangan tersendiri.

Amerika Serikat: Saham Publik Minimal US$40 Juta

AS menggunakan pelaporan beneficial ownership melalui Schedule 13D atau 13G, yang umumnya dimulai ketika kepemilikan melampaui 5%. Penilaiannya memperhatikan hak suara atau kewenangan investasi.

Group filing berkaitan dengan pelaporan kelompok pemilik. Mekanisme tersebut berbeda dari publikasi afiliasi seluruh pemegang saham di atas 1%.

Untuk jalur IPO atau spin-off NYSE yang dibandingkan, persyaratannya mencakup sedikitnya 1,1 juta saham publik, bernilai US$40 juta, serta 400 pemegang di Amerika Utara yang masing-masing memegang setidaknya 100 saham. Harga pencatatan awalnya minimal US$4.

Syarat jumlah dan nilai berlaku bersamaan. Pada harga US$10, misalnya, dibutuhkan 4 juta saham publik untuk mencapai US$40 juta. Persentasenya bergantung pada total saham perusahaan. Angka US$4 merupakan syarat pencatatan awal, bukan larangan universal terhadap transaksi di bawahnya.

Untuk indeks, angka 10% merujuk minimum investable weight factor atau IWF 0,10 bagi calon anggota S&P 500, dengan persyaratan lain tetap berlaku.

LULD atau Limit Up-Limit Down menggunakan rentang harga berdasarkan referensi bergerak dan dapat memicu jeda perdagangan. Mekanismenya berbeda dari batas penurunan harian tetap seperti ARB.

Inggris: Keterbukaan Mulai 3%, Saham Publik 10%

DTR 5, bagian dari Disclosure Guidance and Transparency Rules, mengatur notifikasi kepemilikan hak suara. Untuk emiten Inggris dalam cakupan yang dibandingkan, ambangnya dimulai pada 3%.

Aturan tersebut mencakup hak suara langsung dan tidak langsung, sehingga cakupannya tidak identik dengan ketentuan UBO Indonesia.

Untuk kategori pencatatan equity shares-commercial companies, minimum saham di tangan publik adalah 10%. FTSE UK juga menggunakan minimum free float 10% bagi perusahaan Inggris dan non-Inggris mulai evaluasi Juni 2026, dengan persyaratan lain tetap berlaku.

Price monitoring memeriksa pergerakan harga terhadap batas toleransi. Pelanggaran tertentu dapat menghentikan sementara perdagangan reguler atau memperpanjang lelang.

Sementara itu, tick size merupakan langkah perubahan harga terkecil yang diperbolehkan, bukan harga minimum saham. Inggris juga memiliki mekanisme suspensi, tetapi bukan papan yang identik dengan PPK Indonesia.


Hong Kong: Saham Publik Bertingkat, HSC Keluar Indeks

Part XV merupakan bagian dari Securities and Futures Ordinance yang mengatur pengungkapan kepentingan dalam saham. Ambang pemegang kepentingan besar dalam cakupan yang dibandingkan dimulai pada 5%.

Ketentuan umum saham publik saat listing di Main Board mengikuti nilai pasar kelas saham yang dicatatkan. Untuk nilai hingga HK$6 miliar, minimum saham publik adalah 25%.

Apabila nilainya di atas HK$6 miliar hingga HK$30 miliar, saham publik harus mencapai sedikitnya 15% sekaligus bernilai minimal HK$1,5 miliar. Untuk nilai di atas HK$30 miliar, batasnya menjadi sedikitnya 10% sekaligus bernilai minimal HK$4,5 miliar.

Ketentuannya juga mencakup sedikitnya 300 pemegang saham. Tiga pemegang publik terbesar tidak boleh menguasai lebih dari 50% saham publik saat listing.

Hong Kong memiliki pembanding langsung untuk HSC. Perusahaan yang terkena pengumuman HSC dari SFC tidak memenuhi syarat masuk keluarga indeks Hang Seng. Anggota yang sudah tercatat dikeluarkan pada jadwal penyeimbangan bulanan berikutnya sesuai panduan.

Perusahaan dapat dipertimbangkan kembali setelah memenuhi persyaratan penyelesaian konsentrasi dan menjalani masa observasi 12 bulan.

Untuk volatilitas, VCM atau Volatility Control Mechanism memakai ambang pemicu 10%, 15%, atau 20% pada kelompok saham tertentu terhadap harga referensi lima menit sebelumnya. Pemicu tersebut memulai periode pendinginan lima menit.

Angka HK$0,01 merujuk batas terendah pasar board lot. Transaksi di bawahnya dapat berlangsung melalui pasar odd lot.

India: Keterbukaan 1%, Pengawasan Bertingkat

India mengungkap nama pemegang saham publik dengan kepemilikan 1% atau lebih dalam laporan struktur kepemilikan.

Promoter group merupakan kategori untuk membaca kelompok promotor sesuai definisi regulator. India juga memiliki pengungkapan SBO atau significant beneficial ownership.

Minimum public shareholding umumnya 25%, tetapi persyaratan penawaran awal dan tenggat pemenuhan dapat berbeda menurut ukuran serta kategori perusahaan.

Untuk indeks Nifty, bobot float menggunakan saham yang tersedia untuk diperdagangkan melalui IWF. Kepemilikan strategis yang dikecualikan tidak memperoleh bobot seperti saham publik.

Price bands merupakan batas pergerakan harga. NSE menggunakan kelompok batas harian 2%, 5%, 10%, dan 20%, dengan pengecualian tertentu untuk saham yang memiliki produk derivatif.

ASM atau Additional Surveillance Measure dan GSM atau Graded Surveillance Measure merupakan perangkat pengawasan tambahan dan bertingkat. Pada tahap tertentu GSM, margin dapat mencapai 100%, price band menjadi 5% atau lebih rendah, dan perdagangan dibatasi menjadi sekali seminggu.

Singapura: IPO Memerlukan 12-25% Saham Publik

Singapura menggunakan ambang 5% untuk menentukan pemegang saham substansial dalam ketentuan yang dibandingkan.

Deemed interest berarti kepentingan atas saham dapat dilekatkan kepada seseorang berdasarkan ketentuan hukum meskipun namanya bukan pemegang terdaftar. Mekanisme ini membantu membaca kepemilikan tidak langsung, bukan berarti seluruh informasi UBO dibuka kepada publik.

Untuk IPO SGX Mainboard, minimum saham publik mengikuti kapitalisasi pasar. Perusahaan dengan kapitalisasi di bawah S$300 juta membutuhkan saham publik sedikitnya 25%. Pada kapitalisasi S$300 juta hingga kurang dari S$400 juta, batasnya 20%.

Untuk kapitalisasi US$400 juta hingga kurang dari S$1 miliar, minimum saham publik menjadi 15%. Perusahaan dengan kapitalisasi US$1 miliar atau lebih menggunakan batas 12%. Seluruh kelompok tersebut mensyaratkan sedikitnya 500 pemegang saham.

Setelah listing, Rule 723 menetapkan sedikitnya 10% saham di tangan publik. Pada tingkat indeks, Straits Times Index atau STI mengecualikan perusahaan dengan free float 15% atau kurang. Artinya, syarat masuk STI adalah lebih dari 15%, di samping ketentuan lainnya.

Untuk perdagangan, saham berharga rendah pada rentang yang ditetapkan menggunakan tick US$0,001. Circuit breaker memakai rentang ±10% terhadap harga referensi dan periode pendinginan lima menit pada instrumen yang dicakup.

TWC atau Trade with Caution merupakan peringatan agar investor berhati-hati. SGX juga menggunakan suspensi dan perangkat pengawasan lain.

Singapura mencabut aturan Minimum Trading Price atau MTP untuk emiten Mainboard sejak 1 Juni 2020. Namun, MTP merupakan kerangka kelayakan pencatatan, sehingga pencabutannya tidak identik dengan penurunan lantai transaksi Rp50 di Indonesia.

Perbandingan ini menunjukkan Indonesia sudah melakukan penyesuaian luas. Namun, ambang kepemilikan, nilai saham publik, jumlah pemegang, dan pembatasan perdagangan mengukur hal berbeda. Penilaian mengenai seberapa ketat suatu pasar perlu memperhatikan angka sekaligus cakupan aturannya.

(gls/gls)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *