Home Finance Israel Siapkan Taktik Licik Hasut Trump, Minta Restu Gusur Warga Gaza
Finance

Israel Siapkan Taktik Licik Hasut Trump, Minta Restu Gusur Warga Gaza

Share
Israel Siapkan Taktik Licik Hasut Trump, Minta Restu Gusur Warga Gaza
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka mengakui bahwa negaranya sedang berupaya mencari dukungan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyetujui rencana pengusiran paksa warga Palestina dari Jalur Gaza, sebuah langkah licik yang telah dikutuk luas sebagai potensi kejahatan perang.

Mengutip Guardian, Kamis (3/9/2026), Katz dalam sebuah konferensi berita yang diselenggarakan oleh Ynet dan Yedioth Ahronoth menyatakan bahwa pada akhirnya tidak ada solusi nyata untuk Gaza tanpa migrasi. Pemerintahannya bahkan mengaku telah terorganisasi dan bersiap untuk mengeluarkan warga Palestina melalui jalur laut, udara, dan dengan segala cara yang memungkinkan.

“Setiap negara yang bersedia menerima mereka menginginkan dukungan Amerika. Trump belum membatalkannya saat ini. Dia telah membekukannya,” ungkapnya.

Trump sebelumnya memang sempat membahas pengambilalihan Jalur Gaza oleh AS pada awal tahun 2025 yang melibatkan rencana pemindahan warga Palestina, meskipun ia kemudian menarik kembali gagasan yang setara dengan pembersihan etnis tersebut.

Pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi mengenai apakah Trump kembali membuka diskusi tentang usulan brutal ini. Namun, Katz meyakini persetujuan dari Washington sangat krusial untuk membujuk negara-negara tetangga, khususnya Mesir yang sebelumnya telah gigih melobi AS untuk menentang pengusiran tersebut.

“Rencana itu belum dibatalkan. Hal itu dibahas sepanjang waktu, termasuk sekarang, dan saya pikir pada akhirnya tidak ada solusi lain yang demi kepentingan semua orang,” paparnya.

Retorika kejam ini sengaja diembuskan di tengah memanasnya musim pemilihan umum, di mana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sekutu sayap kanannya terus mencari simpati pemilih dengan menyerukan tindakan represif.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir bahkan dengan bangga memamerkan rekaman dari penjara wanita dan menyatakan dirinya secara langsung bertanggung jawab atas kondisi mengerikan di fasilitas tersebut, di mana para tahanan sengaja tidak diberikan perawatan medis, akses mandi, maupun pakaian bersih.

“Kondisi baik di penjara sudah berakhir. Ini adalah situasi saat ini, dan saya bertanggung jawab langsung atas semuanya. Saya senang dengan kondisi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Netanyahu pada hari Rabu dilaporkan telah mengunjungi pos militer di dekat garis kuning di Jalur Gaza. Ia bersikeras bahwa pasukannya tidak akan pernah ditarik mundur dari garis teritorial tersebut hingga kelompok Hamas benar-benar dilucuti, sekaligus menolak mentah-mentah seruan penarikan bertahap demi memfasilitasi gencatan senjata.

“Kami mengendalikan wilayah tersebut dan tetap berada di garis ini. Kami melakukan segalanya untuk mencapai tujuan kami, melucuti senjata Hamas dan mendemiliterisasi Gaza. Gaza tidak akan lagi menjadi ancaman bagi Israel,” pungkasnya.

(tps/tps)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *