Home Finance Jam Milik Korban Titanic Terjual Rp85 Juta, Begini Kisah Pemiliknya
Finance

Jam Milik Korban Titanic Terjual Rp85 Juta, Begini Kisah Pemiliknya

Share
Jam Milik Korban Titanic Terjual Rp85 Juta, Begini Kisah Pemiliknya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah jam saku milik pria yang berhasil selamat dari empat tragedi kapal tenggelam, termasuk Titanic, terjual dalam sebuah lelang di Inggris. Jam bersejarah tersebut laku seharga 3.800 pound sterling atau sekitar Rp85 juta (asumsi kurs Rp22.400 per pound sterling).

Jam tersebut merupakan milik Arthur John Priest, seorang pekerja ruang mesin kapal yang mendapat julukan “The Unsinkable Stoker” atau juru api yang tak bisa ditenggelamkan. Julukan itu melekat setelah ia berhasil lolos dari empat kecelakaan kapal dalam kurun waktu hanya lima tahun.

Melansir BBC International, jam saku tersebut dilelang oleh Bespoke Auctions di Kastel Sudeley, Cheltenham, Gloucestershire, Inggris. Dengan harga penawaran awal 3.000 pound sterling, benda bersejarah itu akhirnya terjual seharga 3.800 pound sterling.




Jam Saku Goliath milik Arthur John Priest, sosok yang 'tidak bisa tenggelam'. (Dok. bidlive.bespokeauctions.co.uk)Jam Saku Goliath milik Arthur John Priest, sosok yang ‘tidak bisa tenggelam’. (Dok. bidlive.bespokeauctions.co.uk) Foto: (Dok. bidlive.bespokeauctions.co.uk)

Juru lelang senior Bespoke Auctions, Nicholas Granger mengatakan, jam tersebut merupakan temuan langka yang menarik perhatian banyak calon pembeli bahkan sebelum proses lelang berlangsung. Menurutnya, benda peninggalan Priest memiliki nilai sejarah yang luar biasa karena berkaitan dengan sejumlah tragedi maritim terbesar pada awal abad ke-20.

Sepanjang hidupnya, Priest bekerja sebagai anggota kelompok pekerja kapal yang dikenal dengan sebutan black gang. Tugasnya adalah menyekop batu bara ke dalam tungku pembakaran di ruang ketel kapal bertenaga uap.

Pekerjaan tersebut membuatnya harus berada di bagian bawah kapal, termasuk ketika terjadi kecelakaan. Dalam kurun waktu 1912 hingga 1917, Priest tercatat selamat dari empat tragedi kapal tenggelam, yakni RMS Titanic pada 1912, RMS Alcantara pada 1916, HMHS Britannic pada 1916, dan SS Donegal pada 1917.

Ketika Titanic tenggelam pada April 1912, Priest sedang bekerja di bagian bawah kapal. Peluangnya untuk menyelamatkan diri terbilang sangat kecil mengingat posisinya yang jauh dari dek penyelamatan.

Namun, ia berhasil keluar dari kapal dan diselamatkan dari laut dalam kondisi mengalami radang dingin pada jari-jari kaki serta cedera pada salah satu kakinya.

Empat tahun kemudian, Priest kembali menghadapi tragedi ketika kapal HMHS Britannic, yang merupakan kapal saudara Titanic, tenggelam setelah menghantam ranjau laut di Laut Aegea pada 1916.

Tulisan yang terukir pada jam saku tersebut menunjukkan bahwa benda itu diberikan kepada Priest sebagai ungkapan terima kasih karena telah menyelamatkan nyawa seorang pria dalam tragedi tenggelamnya Britannic.

Nasib buruk kembali menghampirinya pada 1917 ketika kapal SS Donegal tenggelam. Dalam peristiwa tersebut, Priest mengalami cedera kepala.

Setelah berkali-kali lolos dari maut, Priest akhirnya memutuskan pensiun dari pekerjaannya di laut pada 1917. Ia kemudian meninggal dunia di Southampton, Inggris, pada 11 Februari 1937.

Kisah luar biasa Priest ternyata membuatnya dikenal sebagai pelaut yang membawa kesialan. Bahkan, sejumlah orang disebut enggan berlayar bersamanya karena khawatir mengalami kecelakaan kapal.

“Dia mendapat reputasi sebagai pelaut yang membawa kesialan, dan pada akhirnya beberapa orang bahkan tidak mau lagi berlayar bersamanya,” kata Granger, dikutip dari BBC International.

Meski demikian, kisah Priest kini menjadi bagian dari sejarah pelayaran dunia. Barang-barang peninggalannya pun memiliki daya tarik tersendiri bagi para kolektor.

“Lelang sedikit mirip dengan perburuan harta karun. Ketika benda-benda seperti ini muncul, sungguh luar biasa melihat besarnya minat yang kami terima karena benda-benda tersebut merupakan bagian dari sejarah,” ujar Granger.

Selain jam saku milik Priest, lelang tersebut juga menghadirkan benda bersejarah lain yang berkaitan dengan tragedi Titanic.

Sebuah kotak rokok perak yang ditemukan dari jasad seorang pramugara kapal Titanic turut dilelang dan berhasil terjual seharga 5.700 pound sterling atau sekitar Rp127,7 juta.

Kedua benda tersebut menjadi pengingat tragedi tenggelamnya Titanic pada 1912 sekaligus menyimpan kisah orang-orang yang berada di dalam kapal legendaris tersebut.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *