
Jakarta, CNBC Indonesia – Jepang menegur China dan meminta Beijing menunjukkan “rasa hormat yang semestinya”. Ini setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebut Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi hanya dengan namanya, tanpa mencantumkan jabatannya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang Toshihiro Kitamura mengatakan pada Rabu bahwa Tokyo telah menyampaikan keberatan tersebut kepada Beijing. Pernyataan itu muncul setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyebut pemimpin Jepang hanya sebagai “Sanae Takaichi” dalam konferensi pers pada 30 September.
Guo saat itu sedang menanggapi pembahasan di Jepang mengenai kemungkinan negara tersebut memiliki senjata nuklir dan kapal selam bertenaga nuklir. Hubungan Jepang dan China memang tengah berada dalam kondisi tegang, di mana perselisihan terbaru turut dipicu pernyataan Takaichi pada 2025 yang mengisyaratkan bahwa Tokyo dapat ikut campur apabila Taiwan diserang padahal Beijing mengklaim pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya.
Kitamura tidak secara langsung mengomentari pernyataan Guo. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan tata krama diplomatik tetap perlu diperhatikan meski kedua negara memiliki perbedaan pandangan.
“Bahkan ketika terdapat perbedaan dalam posisi kita, saya percaya bahwa sebagai bagian dari protokol internasional, menunjukkan rasa hormat yang semestinya kepada pemimpin negara lain adalah hal yang wajar,” ujar Kitamura dalam konferensi pers, dilansir AFP.
“Kami juga menyampaikan sikap ini kepada China dengan cara yang tepat,” lanjutnya.
Ketegangan tersebut terjadi ketika sejumlah anggota parlemen Jepang dalam beberapa pekan terakhir justru melakukan kunjungan ke China. Langkah itu dilakukan dalam upaya meredakan hubungan diplomatik kedua negara yang semakin memanas.
Dalam pidato kebijakan terbarunya, Takaichi juga menyebut Beijing sebagai “tetangga penting”. Ia menyatakan komitmennya untuk membangun hubungan yang stabil dengan China, meski kedua negara masih menghadapi sejumlah perbedaan.
(luc/sef)
Leave a comment