Home Finance Jika Bunga The Fed Akhir Tahun Naik, Ini Efeknya ke IHSG-Rupiah
Finance

Jika Bunga The Fed Akhir Tahun Naik, Ini Efeknya ke IHSG-Rupiah

Share
Jika Bunga The Fed Akhir Tahun Naik, Ini Efeknya ke IHSG-Rupiah
Share

Jakarta, CNBC Indonesia- Volatilitas yang masih tinggi membuat pelaku pasar memproyeksi potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed masih cukup tinggi hingga mencapai 25-50 Bps hingga akhir tahun 2026.

Direktur Utama Recapital Asset Management, Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa memandang prospek kenaikan Fed Funds Rate (FFR) tidak lepas dari perkembangan data makro ekonomi AS, termasuk data non-farm payroll (NFP) yang merupakan indikator penting pasar tenaga kerja AS yang masih cukup kuat dengan tren inflasi yang masih tinggi mendukung proyeksi kenaikan suku bunga The Fed.

Perkembangan data ini turut berdampak kepada pasar keuangan RI, dimana Recapital AM untuk proyeksi terbaik memperkirakan IHSG bisa mencapai level 7.000- 7.300 namun untuk scenario negatif biasa merosot ke level 6.000. Namun target ini masih sangat tergantung kebijakan bunga The Fed, BI rate hingga posisi nilai tukar Rupiah.

Di sisi SBN 10 tahun, Recapital AM memproyeksi bisa mencapai 7,2% dengan rentang 6,7% -7,8%. Sementara BI Rate diperkirakan masih akan ditahan hingga akhir tahun 2026, namun tetap akan dipengaruhi kebijakan The Fed dan Rupiah.

Di masa higher for longer ini turut berdampak ke bisnis reksa dana, di masa ini asset kelas saham dipengaruhi pergerakan IHSG, sementara untuk RDPT dengan posisi SBN 10 tahun di level 7,1-7,2% membuat potensi imbal hasil cukup positif. 

Seperti apa pelaku pasar melihat arah pasar keuangan RI saat The Fed semakin hawkish di akhir tahun 2026? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Utama Recapital Asset Management, Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa dalam Power Lunch, CNBC (Rabu, 09/09/2026)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *