Jakarta, CNBC Indonesia – Pemain tim nasional Kolombia Jaminton Campaz menerima ancaman pembunuhan setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF) menyatakan bahwa mereka mengutuk ancaman tersebut.
“Tidak ada atlet, atau anggota tim lainnya, yang layak menjadi sasaran intimidasi karena mewakili negara mereka di arena olahraga,” kata FCF dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Aljazeera.
Perjuangan Kolombia di Piala Dunia 2026 berakhir pada Selasa dengan kekalahan adu penalti dari Swiss di babak 16 besar. Selama perpanjangan waktu, Campaz – yang bermain untuk klub Argentina Rosario Central – gagal memanfaatkan peluang penting untuk mencetak gol ketika tendangannya melebar.
Di Instagram, Campaz membagikan foto dirinya menutupi wajahnya karena frustrasi, disertai permohonan untuk menghormati.
“Sepak bola juga terdiri dari momen-momen sulit,” tulisnya. “Kolombia-ku, tolong jangan pernah kehilangan rasa hormat. Kita mungkin berpikir berbeda atau merasa frustrasi dan sedih, tapi tidak ada hasrat yang bisa membenarkan kebencian atau hidup dalam ketakutan.”
Menanggapi ancaman pembunuhan tersebut, federasi Kolombia mendesak kantor kejaksaan agung negara tersebut untuk mempercepat penyelidikan guna mengidentifikasi orang-orang di balik ancaman tersebut.
“Sepak bola harus menjadi ruang untuk persatuan, rasa hormat, dan harapan – bukan tempat untuk kebencian, intimidasi, atau kekerasan,” kata federasi tersebut, seraya menyerukan kepada para penggemar untuk memastikan bahwa kekecewaan dalam dunia olahraga tidak boleh berubah menjadi agresi di dunia nyata.
Ancaman tersebut membangkitkan babak kelam dalam sejarah sepak bola Kolombia. Selama Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, bek Andres Escobar mencetak gol bunuh diri saat kalah 2-1 dari negara tuan rumah. Beberapa hari setelah tim tersingkir dan kembali ke rumah, Escobar dibunuh di Medellin.
(hsy/hsy)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment