Home Finance Kondisi Darurat Ancam Satu Dunia, Komandan Militer Langsung Dipecat
Finance

Kondisi Darurat Ancam Satu Dunia, Komandan Militer Langsung Dipecat

Share
Kondisi Darurat Ancam Satu Dunia, Komandan Militer Langsung Dipecat
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik didih baru yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia. Arab Saudi terpaksa menutup total jalur pipa minyak utama mereka, East-West Pipeline, menyusul serangan udara masif yang menghantam infrastruktur vital tersebut di tengah eskalasi perang yang kian meluas.

Berdasarkan laporan Reuters, penutupan sementara ini diambil sebagai langkah pencegahan setelah serangan drone yang diidentifikasi oleh Riyadh dan Baghdad berasal dari wilayah Irak, basis utama tempat milisi pro-Iran beroperasi.

Sebagai respons atas insiden ini, pemerintah Irak langsung mengambil tindakan tegas dengan memecat seorang komandan militer dan kepala kepolisian di Provinsi Maysan dekat perbatasan Iran, serta menutup pos lintas batas utama, dikutip dari Reuters, Minggu (14/9/2026).

Nafas Terakhir Jalur Pasokan Minyak

Pipa sepanjang 1.200 kilometer yang melintasi Semenanjung Arab ini praktis menjadi “urat nadi” penyelamat ekonomi global selama enam bulan terakhir. Di tengah penutupan Selat Hormuz akibat perang, pipa ini diandalkan untuk menggelontorkan 4 juta hingga 5 juta barel minyak per hari-mencakup hingga 5% dari total pasokan global, sekaligus menyelamatkan Saudi dari hantaman krisis ekspor yang melumpuhkan negara-negara Teluk lainnya.

Namun, hantaman serangan yang meninggalkan kepulan asap hitam pekat di selatan Madinah kini membalikkan keadaan. Kementerian Luar Negeri Saudi mengonfirmasi adanya kerusakan serta korban luka, sementara Badan Energi Internasional (IEA) mencatat pasokan minyak mentah kerajaan kini telah merosot ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade.

Krisis ini tak hanya memukul produksi domestik, tetapi juga langsung mengerek naik harga komoditas global. Di Amerika Serikat, harga eceran solar meroket melampaui rekor US$ 6 per galon, memicu kekhawatiran serius di tengah pasar keuangan internasional.

Peta Konflik Meluas: Houthi Merangsek, Iran Cueki Oman

Di lini pertempuran Yaman, situasi kian pelik. Kelompok Houthi yang mendapat sokongan penuh dan arahan langsung dari Garda Revolusi Iran dilaporkan sukses melancarkan serangan kilat dan merebut pulau strategis Perim di Selat Bab el-Mandeb-koridor transit minyak krusial kedua setelah Hormuz.

Meski Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Iran berada di balik rentetan teror ini, Washington sendiri terjebak dalam dilema besar. Upaya Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) yang secara darurat menelepon Trump untuk meminta intervensi militer langsung belum membuahkan hasil. Dalam komunikasi tersebut, Washington menegaskan belum akan turun tangan secara militer dan hanya menawarkan dukungan sebatas pertukaran intelijen.

Sementara itu, upaya diplomasi regional tampak menemui jalan buntu. Delegasi Iran dikabarkan bersikap dingin terhadap rencana pertemuan dengan negara-negara Teluk di Oman. Pejabat tinggi parlemen Iran dengan tegas menyatakan bahwa dialog apa pun tidak akan berguna selama Washington dan sekutunya tidak tunduk pada seluruh syarat yang diajukan Teheran.

Di tengah badai krisis energi, ancaman penutupan koridor laut dan darat ini membuat pasar global kini hanya bisa menahan napas menanti langkah-langkah darurat selanjutnya dari para raksasa minyak dunia.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *