
Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan intermediasi perbankan di bulan Agustus cukup menggembirakan. Hal itu terlihat dari pertumbuhan kredit perbankan yang secara tahunan alias year on year (YoY) naik 13,56%, dengan nilai penyaluran mencapai Rp9.178 triliun.
“Kredit investasi tumbuh tertinggi dengan 25,11% (YoY), diikuti kredit modal kerja 11,45% (YoY), dan kredit konsumsi 5,07% (YoY),” ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, dalam Konferensi Pers RDKB, Senin (5/10/2026).
Sementara dari sisi debitur, kredit korporasi tumbuh terbesar, yakni 22,18% (YoY), sedangkan UMKM melanjutkan pertumbuhan dengan 2,38% (YoY). Lalu jika ditinjau dari kepemilikan, bank BUMN tumbuh tertinggi 16,41% (YoY).
Di sisi lain, OJK menargetkan akan ada lima bank syariah beraset jumbo di Indonesia, termasuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS).
Dian mengatakan, pihaknya ingin melihat lebih banyak bank syariah yang memiliki skala usaha mendekati PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Menurutnya, proses menuju target tersebut saat ini sedang berjalan dan realisasinya diperkirakan dapat tercapai paling lambat pada 2027.
“Saya ingin melihat ada lima bank yang paling tidak dekat dengan BSI, dan itu sedang mengarah ke sana. Nanti insya Allah mungkin kalau tidak 2026, 2027 realisasinya itu mungkin sudah tercapai,” ujar Dian usai seremoni peluncuran Roadmap Pengembangan & Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I), di Bali, Jumat, (2/10/2026).
(ayh/ayh)
Leave a comment