Home Finance Kronologi Investor Boncos Habis-habisan, Aset Rp810 Triliun Berantakan
Finance

Kronologi Investor Boncos Habis-habisan, Aset Rp810 Triliun Berantakan

Share
Kronologi Investor Boncos Habis-habisan, Aset Rp810 Triliun Berantakan
Share



Daftar Isi



Jakarta, CNBC IndonesiaHedge fund milik mantan peneliti OpenAI, Leopold Aschenbrenner, dilaporkan mengalami kerugian besar setelah strategi investasinya di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berbalik menjadi bumerang. Dana yang sempat mengelola aset hingga US$45 miliar atau sekitar Rp810 triliun itu kini terpaksa melepas seluruh portofolio saham publiknya.

Kondisi tersebut dipicu anjloknya saham-saham infrastruktur AI yang menjadi andalan investasinya. Di saat bersamaan, taruhan bahwa saham perusahaan perangkat lunak akan turun justru meleset sehingga memperparah kerugian yang dialami hedge fund Situational Awareness.

Tekanan semakin besar setelah perusahaan menghadapi margin call dari para krediturnya. Sejumlah bank investasi kini membantu menjual aset perusahaan, sementara hedge fund Citadel milik miliarder Ken Griffin dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi seluruh portofolio saham publik Situational Awareness.

Melansir CNBC International, Minggu (2/8/2026), sejumlah sumber yang mengetahui persoalan ini bilang, bank dan broker yang menjadi mitra Situational Awareness kini berusaha mengumpulkan dana tunai agar hedge fund tersebut bisa memenuhi margin call, yaitu kewajiban menambah dana jaminan ketika nilai investasi yang dibiayai dengan pinjaman turun drastis.

Di tengah tekanan tersebut, hedge fund Citadel milik miliarder Ken Griffin, dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk membeli seluruh portofolio saham publik milik Situational Awareness.

Jatuhnya Saham SK Hynix

Salah satu penyebab kerugian adalah jatuhnya harga saham sejumlah perusahaan yang selama ini menjadi andalan dana tersebut, termasuk produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix.

Pada saat yang sama, posisi investasi yang dipasang untuk mendapat keuntungan dari penurunan saham perusahaan perangkat lunak seperti Adobe justru merugi karena harga sahamnya naik.

Menurut sumber CNBC, Situational Awareness sempat mengelola aset hingga US$45 miliar (sekitar Rp810 triliun/asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS) pada awal Juli. Namun dalam hitungan beberapa pekan, nilai investasinya menyusut tajam.

Beberapa bank investasi besar seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase kini membantu perusahaan tersebut mengurangi kepemilikan investasinya secara bertahap agar penjualan aset tidak semakin menekan harga pasar.

Situasi masih terus berkembang. Belum diketahui apakah penjualan aset tersebut cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban margin call yang dihadapi perusahaan.

Situational Awareness juga sempat dikabarkan menjajaki penjualan kepemilikannya di perusahaan AI Anthropic. Namun, juru bicara perusahaan membantah bahwa saham tersebut sedang dipasarkan.

Taruhan yang Jadi Bumerang

Aschenbrenner menjadi salah satu sosok yang paling diperhatikan di dunia investasi AI setelah keluar dari OpenAI pada 2024. Ia meyakini perkembangan AI akan memicu lonjakan permintaan terhadap chip, semikonduktor, pusat data (data center), dan pasokan listrik sehingga sektor-sektor tersebut akan menjadi ladang investasi besar.

Strategi itu sempat menghasilkan keuntungan fantastis. Ini membuat Situational Awareness berkembang sangat cepat.

Berdasarkan dokumen regulator pada akhir kuartal I, investasi terbesar hedge fund tersebut berada di Nebius Group, Sandisk, Micron, dan CoreWeave. Namun sepanjang bulan ini, seluruh saham tersebut telah anjlok lebih dari 35%.

Siapa Aschenbrenner?

Aschenbrenner yang kini berusia 25 tahun merupakan lulusan terbaik Universitas Columbia. Pada usia 19 tahun sebelum bergabung dengan tim Superalignment OpenAI.

Ia dipecat dari OpenAI pada 2024 karena dituduh membocorkan informasi internal perusahaan. Aschenbrenner membantah tuduhan tersebut dan mengatakan dokumen yang dibagikannya kepada peneliti luar bukanlah informasi rahasia, melainkan bahan diskusi mengenai keamanan pengembangan AI.

Hingga kini belum diketahui berapa besar kerugian yang dialami Situational Awareness maupun berapa dana yang dibutuhkan untuk menstabilkan kondisi keuangannya. Namun, gejolak ini menjadi ujian terbesar bagi strategi investasi AI yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu kisah sukses paling spektakuler di Wall Street.

 

(luc/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *