
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Nusantara Infrastructure Tbk (NI) melalui entitas asosiasinya yakni PT Margautama Nusantara (MUN) Group mencatat perkembangan positif kinerja bisnis jalan tol pada Semester I 2026. Kinerja operasional dan profitabilitas sejumlah ruas jalan tol menunjukkan pertumbuhan.
Berdasarkan data pencapaian aktual hingga Juni 2026, total volume lalu lintas MUN Group meningkat 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung oleh pertumbuhan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) Jalan Tol BSD yang meningkat sebesar 5,6% YoY, serta Jalan Tol Makassar yang tumbuh 6,2% YoY. Kinerja positif ini juga tercermin pada portofolio asosiasi MUN.
MUN Group mencatat pendapatan sebesar Rp424,1 miliar, meningkat 7,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, untuk menggambarkan kontribusi MUN terhadap kinerja konsolidasi Perseroan, proxy yang relevan adalah net income MUN Group, karena angka tersebut menjadi basis utama penyerapan laba melalui pos equity in net earnings pada laporan keuangan konsolidasi Perseroan.
Pada Semester I 2026, net income MUN Group tumbuh 12% secara year-on-year, didukung oleh peningkatan kinerja operasional serta penurunan beban bunga. Dengan demikian, pertumbuhan laba bersih MUN menjadi indikator penting bagi Perseroan karena kontribusi tersebut tercermin pada peningkatan equity in net earnings absorption di laporan konsolidasi.
Pada Semester I 2026, kontribusi dari entitas asosiasi menjadi salah satu penopang utama profitabilitas NI, dengan share in net profit of associates tercatat sebesar Rp55,1 miliar, atau meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Di tengah dinamika biaya mobilitas, kami melihat kinerja bisnis jalan tol tetap menunjukkan perkembangan yang positif. Peningkatan laba dari operasional dan Net Income MUN Group mencerminkan upaya kami dalam menjaga kualitas operasional sekaligus mengoptimalkan kinerja aset di setiap wilayah,” ungkap Head of Corporate Communication & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk Indah D.P. Pertiwi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8/2026).
“Ke depan, kami akan terus menjaga kualitas layanan dan efisiensi operasional agar dapat memberikan nilai yang berkelanjutan bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Nusantara Infrastructure sendiri terus menjaga disiplin dalam pengelolaan keuangan dan struktur permodalan. Dibandingkan posisi tahun 2025, ekuitas NI meningkat 0,2%, sementara liabilitas menurun 8,5%.
Perseroan juga mencatat net cash spending yang lebih rendah, dengan tetap memperhatikan kebutuhan pendanaan untuk kegiatan operasional bisnis. Pada April 2026, Perseroan melakukan deklarasi pembagian dividen sebesar Rp45,4 miliar yang telah dibayarkan sepenuhnya pada Juni 2026.
Selain bisnis jalan tol, Nusantara Infrastructure Group terus mengembangkan portofolio bisnis pegelolaan air bersih dan energi terbarukan. Pada bisnis air, volume penjualan air SCTK meningkat 3,9% secara year-on-year, didukung oleh penambahan pelanggan baru serta perluasan area penjualan ke kawasan industri baru. Sementara itu, volume penjualan energi terbarukan terkoreksi 16,4% secara year-on-year, terutama dipengaruhi oleh keterbatasan ketersediaan feedstock pada RPSL yang umumnya menjadi tantangan bagi industri sejenis.
“Perseroan akan terus mengoptimalkan kinerja seluruh portofolio bisnis, meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan, serta menerapkan pengelolaan risiko secara prudent untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Indah.
PT Margautama Nusantara (MUN) saat ini memiliki 2 (dua) entitas anak, yaitu PT Bintaro Serpong Damai (BSD) pengelola Jalan Tol Ruas Serpong-Pondok Aren sepanjang 7,25 km dan PT Makassar Metro Network (MMN) pengelola Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 1-3 dengan panjang 10 km. MUN juga memiliki 1 (satu) entitas anak tidak langsung, yaitu PT Makassar Airport Network (MAN) pengelola Jalan Tol Ujung Pandang Seksi IV sepanjang 11,57 km dan Jalan Akses Tol Makassar New Port sepanjang 3,2km, serta 3 (tiga) entitas asosiasi, yaitu PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) pengelola Jalan Tol Ruas Kebon Jeruk-Penjaringan, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) pengelola Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) dan PT Jasamarga Transjawa Tol pengelola Jalan Tol Trans Jawa.
(wur/wur)
Leave a comment