Kemarau melanda Jakarta, BPBD mulai memantau potensi kekeringan meteorologis dan menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak.
Kemarau melanda Jakarta, BPBD mulai memantau potensi kekeringan meteorologis dan menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak.

Deretan gedung bertingkat saat Ibu Kota menghadapi periode kemarau dan potensi kekeringan meteorologis terlihat di kawasan Jakarta, Kamis (17/9/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sendiri telah mengeluarkan sejumlah informasi peringatan dini terkait kondisi cuaca di wilayah Ibu Kota. Salah satunya potensi kekeringan meteorologis yang dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Dalam Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I September 2026, yang dirilis BMKG pada 14 September 2026, BMKG menempatkan DKI Jakarta dalam kelompok provinsi-provinsi di Indonesia masuk kategori Awas peringatan dini kekeringan. Jawa Barat dan Banten sebagai provinsi terdekat ke Jakarta juga masuk dalam kelompok ini. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pemerintah daerah mulai mendata wilayah yang mengalami kekeringan berdasarkan laporan masyarakat. Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kelurahan Pondok Labu, Syachril, mengatakan pihaknya terus memantau laporan warga, termasuk melalui aplikasi JAKI. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

“Kami berupaya mendata RT atau RW setempat, dan kita tetap monitor laporan-laporan dari masyarakat, khususnya seperti aplikasi JAKI. Alhamdulillah kita dibantu dari BPBD maupun PAM JAYA. Kemarin sudah dilaksanakan dan dikirim langsung bantuan air,” kata Syachril kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Berdasarkan pendataan sementara, kekeringan di Pondok Labu dilaporkan berdampak terhadap tiga kepala keluarga (KK) di RW 08 dan satu KK di RW 05. Bantuan air bersih kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sementara itu, berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, petugas PPSU Kelurahan Pondok Labu rutin melakukan penyiraman tanaman. Kegiatan tersebut dioptimalkan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB menggunakan mobil tangki air serta sistem penyiraman otomatis untuk menjaga tanaman tetap terawat selama musim kemarau. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident
Leave a comment