Home Finance Laut Mendidih-Suhu Pecah Level 2016
Finance

Laut Mendidih-Suhu Pecah Level 2016

Share
Laut Mendidih-Suhu Pecah Level 2016
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Suhu permukaan laut di Pasifik tropis bagian tengah dan timur diperkirakan akan melonjak hingga mencapai rekor tertinggi selama periode Oktober, November, dan Desember 2026. Kondisi mengkhawatirkan ini mencerminkan penguatan fenomena El Nino yang akan merombak total pola cuaca serta memberikan dampak dahsyat pada ekonomi, ekosistem, dan masyarakat di seluruh dunia.

Badan khusus PBB, World Meteorological Organization (WMO) mengungkapkan Pembaruan Iklim Musiman Global bulanan terbaru menyatakan bahwa El Nino akan terus mengintensifkan diri sebelum mencapai puncak proyeksinya pada bulan Desember. Fenomena alam ini kemungkinan besar akan membawa suhu di atas rata-rata ke sebagian besar belahan bumi dan menggeser pola curah hujan, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan banjir parah di berbagai kawasan.

Pembaruan tersebut menyajikan informasi otoritatif mengenai pendorong iklim skala besar, yang mencakup El Nino-Osilasi Selatan (ENSO), Dipol Samudra Hindia (IOD), dan suhu permukaan laut Atlantik tropis yang semuanya berdampak pada suhu dan curah hujan musiman. Laporan ini secara langsung melengkapi Pembaruan El Nino/La Nina WMO yang diterbitkan setiap kuartal.

Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo menegaskan bahwa El Nino saat ini telah terbentuk dengan sangat kuat dan terus menguat secara cepat.

“Prakiraan WMO menunjukkan kemungkinan mendekati 100 persen bahwa fenomena ini akan bertahan hingga Februari 2027, yang berpotensi menjadi salah satu yang terkuat setidaknya sejak tahun 1950,” paparnya, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Angka kepastian yang nyaris mutlak tersebut bukanlah berasal dari satu model tunggal. WMO mencatat bahwa proyeksi ini merupakan konsensus kokoh dari 13 pusat pemantauan nasional dan internasional, mulai dari Washington hingga Tokyo, London, dan Pune. Kesimpulan tersebut dibangun berdasarkan pertukaran data real-time dari pelampung laut, satelit, dan radiosonde yang dikoordinasikan oleh WMO.

Saat berbicara di Forum Panas Global (Global Heat Forum) di Bangkok, Saulo kembali memberikan penjelasan terperinci terkait fenomena pemanasan laut ini.

“El Nino tidak menambahkan panas baru ke planet ini. Ia melepaskan panas yang telah disimpan oleh lautan di bawah permukaan, yang merupakan alasan mengapa peristiwa yang kuat begitu sering menjadi salah satu tahun terpanas yang pernah diukur seperti halnya tahun 2024,” tuturnya.

“Lautan yang menjadi tempat penarikan panasnya adalah yang terhangat yang pernah kita ukur. Sederhananya, ada lebih banyak panas yang tersedia untuk dilepaskan.”

Anomali suhu permukaan laut di seluruh wilayah ekuator Pasifik bagian tengah-timur, yang menjadi jantung kawasan El Nino, diukur menggunakan indeks Nino 3.4 yang digunakan secara luas. Tercatat, indeks ini meningkat tajam dari rata-rata +1,6 derajat Celcius di atas normal pada Juni 2026 menjadi +2,5 derajat Celcius di atas normal pada Agustus lalu.

Untuk periode Oktober hingga Desember mendatang, rata-rata musiman anomali suhu permukaan laut Nino 3.4 diproyeksikan meroket hingga mencapai sekitar +3,7 derajat Celcius dan akan memuncak di sekitar bulan Desember.

Angka ini akan jadi yang tertinggi sejak pengamatan dimulai dan jauh lebih kuat dibandingkan rekor sebelumnya sebesar +2,6 derajat Celcius pada periode November 2015 hingga Januari 2016 silam.

Di sisi lain, cekungan samudra lain nyatanya turut berkontribusi pada prospek iklim musiman tersebut. IOD di Samudra Hindia yang positif, sebuah pola iklim yang dapat sangat memengaruhi curah hujan di sekitar Samudra Hindia, diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober dan kemudian perlahan menurun. Anomali musiman untuk Oktober hingga Desember diproyeksikan berada di angka sekitar +0,5 derajat Celcius.

Sementara itu, menurut laporan Pembaruan Iklim Musiman Global, suhu permukaan laut di cekungan khatulistiwa Atlantik juga diperkirakan akan tetap berada di atas batas normal.

(dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *