
Jakarta, CNBC Indonesia – Kelompok Houthi asal Yaman yang bersekutu dengan Iran kembali melancarkan operasi bersenjatanya. Mereka dilaporkan telah menyerang sebuah kapal militer Arab Saudi beserta empat kapal pengawalnya menggunakan rentetan rudal di perairan Laut Merah.
Mengutip Reuters, Senin (17/8/2026), informasi mengenai serangan taktis tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui platform Telegram pada hari Senin.
“Kami menyerang kapal militer Arab Saudi dan empat kapal pengawal di Laut Merah dengan rudal,” ungkapnya.
Hingga saat ini, sama sekali belum ada konfirmasi atau pernyataan resmi dari pihak berwenang Arab Saudi mengenai klaim serangan mendadak tersebut.
Secara geografis, insiden ini terjadi di lepas pantai Mocha, yakni sebuah pelabuhan Laut Merah yang terletak di dekat Selat Bab el-Mandeb. Kawasan tersebut merupakan titik sumbat strategis yang menghubungkan perairan Laut Merah dengan Teluk Aden sekaligus menjadi rute pelayaran internasional yang sangat penting.
Terkait manuver serangan di wilayah tersebut, dua sumber dari pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional memberikan konfirmasinya pada Senin. Mereka menyebutkan bahwa pasukan Houthi telah menghantam sebuah kapal di Selat Bab el-Mandeb dengan menggunakan tembakan enam rudal.
“Kapal tersebut telah tidak beroperasi selama lebih dari setahun untuk pemeliharaan dan diyakini dalam keadaan kosong pada saat serangan terjadi,” papar sumber tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan maritim di perairan tersebut. Pada Selasa pekan lalu, kantor berita Saba yang dikelola kelompok pemberontak itu melaporkan bahwa Houthi juga telah menyerang sebuah kapal di Selat Bab el-Mandeb yang berada di pintu masuk selatan Laut Merah. Merespons insiden nahas itu, Kementerian Transportasi Yaman menyatakan bahwa empat anggota awak kapal dilaporkan tewas.
Rangkaian serangan di jalur perairan vital ini meletus setelah Houthi memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah pada bulan Juli lalu. Langkah agresif itu diklaim murni sebagai balasan atas dugaan pengepungan wilayah Yaman oleh Arab Saudi, sebuah tuduhan sepihak yang dengan tegas telah dibantah oleh pihak Riyadh.
(tps/luc)
Leave a comment