
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah mengalihkan saham Seri B dan/atau Seri C milik negara pada 52 perusahaan BUMN kepada Holding Operasional Danantara sepanjang 2025.
Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025 yang telah diaudit, jumlah saham yang dialihkan mencapai 362,14 miliar lembar dengan nilai Rp1.030,28 triliun.
Pengalihan tersebut dilakukan pada tahun yang sama dengan peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025.
Pemerintah kemudian menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2025 yang berlaku mulai 21 Maret 2025. Aturan tersebut menetapkan penambahan penyertaan modal negara kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia untuk mendirikan Holding Operasional.
Penambahan modal dilakukan melalui pengalihan saham Seri B dan/atau Seri C milik negara pada 52 perusahaan BUMN kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia.
Pemerintah juga menerbitkan PP Nomor 16 Tahun 2025 yang mengalihkan 99% saham Seri B milik negara pada PT Biro Klasifikasi Indonesia kepada BPI Danantara. Negara tetap memiliki 1% saham Seri A Dwiwarna melalui Menteri BUMN.
Dengan struktur tersebut, kepemilikan ekonomi melalui saham Seri B dan Seri C ditempatkan pada Holding Operasional dalam ekosistem Danantara. Sementara itu, negara tetap memegang hak khusus melalui kepemilikan saham Seri A Dwiwarna.
Adapun rincian 52 perusahaan BUMN yang sahamnya dialihkan kepada Holding Operasional Danantara sebagai berikut:
Nilai saham terbesar yang dialihkan berasal dari PT Pertamina sebesar Rp 176,75 triliun, PT Perusahaan Listrik Negara Rp 150,54 triliun, serta PT Hutama Karya Rp 131,65 triliun.
Terbesar selanjutnya berasal dari PT Mineral Industri Indonesia dengan nilai Rp 119,09 triliun, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Rp 93,72 triliun, serta PT Aviasi Pariwisata Indonesia Rp 78,66 triliun.
Kemudian terdapat saham PT Pelabuhan Indonesia senilai Rp 40,58 triliun, PT Perkebunan Nusantara III Rp 40,22 triliun, PT Perum Percetakan Uang Republik Indonesia Rp 25 triliun, serta PT Kereta Api Indonesia Rp 24,37 triliun.
Selanjutnya terdapat saham PT Len Industri senilai Rp 21,85 triliun, PT Danareksa Rp 18,33 triliun, PT Bio Farma Rp 17,48 triliun, serta PT Garuda Indonesia Tbk dengan total Rp 15,69 triliun.
Untuk perusahaan perbankan, nilai saham PT Bank Mandiri Tbk yang dialihkan tercatat sebesar Rp 6,07 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk Rp 5,74 triliun, PT Bank Tabungan Negara Tbk Rp 4,21 triliun, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Rp 4,03 triliun.
Pengalihan tersebut juga mencakup saham PT Krakatau Steel Tbk senilai Rp 7,74 triliun, PT Wijaya Karya Tbk Rp 3,63 triliun, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rp 2,58 triliun, PT Jasa Marga Tbk Rp 2,54 triliun, dan PT Waskita Karya Tbk Rp 2,17 triliun.
Saham PT Adhi Karya Tbk yang dialihkan tercatat senilai Rp 540,88 miliar, PT Semen Indonesia Tbk Rp 345,70 miliar, serta PT Pembangunan Perumahan Tbk Rp 316,19 miliar.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Leave a comment