
Jakarta, CNBC Indonesia – Memiliki kekayaan berlimpah ternyata tidak selalu membuat seseorang ingin membeli rumah. Di Amerika Serikat (AS), semakin banyak orang kaya yang justru memilih tinggal di rumah sewaan meskipun memiliki kemampuan finansial untuk membeli properti sendiri.
Fenomena ini terungkap dalam laporan terbaru platform pencarian apartemen RentCafe yang menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga penyewa berpenghasilan miliaran meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Melansir USA Today, Jumat (23/10/2026), berdasarkan analisis data American Community Survey, jumlah rumah tangga penyewa dengan pendapatan tahunan setidaknya US$1 juta (sekitar Rp18 miliar) melonjak 229% sepanjang 2020 hingga 2024. Angka tersebut jauh melampaui pertumbuhan rumah tangga miliuner pemilik rumah yang meningkat 193% pada periode yang sama.
Meski jumlah penyewa dari kalangan miliuner masih relatif kecil dibandingkan pemilik rumah, pertumbuhannya menunjukkan perubahan preferensi tempat tinggal di kalangan masyarakat kaya AS. Padahal, selama ini kepemilikan rumah menjadi salah satu simbol kesuksesan finansial dan bagian penting dari konsep American Dream atau impian Amerika.
Mengapa Orang Kaya Lebih Memilih Menyewa Rumah?
Menurut RentCafe, keputusan menyewa rumah bukan berarti para orang kaya tersebut tidak mampu membeli properti. Sebaliknya, mereka sengaja memilih menyewa demi mendapatkan fleksibilitas dalam menjalani kehidupan.
“Bagi semakin banyak miliuner, menyewa rumah kini menjadi pilihan yang disengaja,” tulis laporan RentCafe, dikutip dari USA Today.
Salah satu alasannya adalah kemudahan berpindah tempat tinggal tanpa harus melalui proses panjang menjual rumah bernilai jutaan dolar. Selain itu, banyak orang kaya lebih memilih mempertahankan likuiditas keuangan daripada mengikat sebagian besar kekayaannya dalam bentuk properti.
Dana yang tersedia kemudian dapat dialokasikan untuk investasi lain, termasuk pasar saham yang mencatatkan kinerja positif dalam beberapa tahun terakhir.
Dari sisi usia, generasi milenial mendominasi kelompok penyewa miliuner dengan porsi mencapai 49%.
Penulis sekaligus analis riset RentCafe, Adina Dragos menjelaskan, perubahan ini tidak terlepas dari semakin banyaknya anak muda yang berhasil mengumpulkan kekayaan melalui jalur karier nontradisional.
“Pada 2024, anggota Gen Z tertua mendekati usia 30 tahun. Banyak dari mereka yang berhasil meraih kekayaan sejak dini melalui ekonomi kreator, mata uang kripto, atau kepemilikan saham perusahaan rintisan,” ujar Dragos.
Ia bilang, kelompok tersebut cenderung tidak terikat pada satu lokasi pekerjaan sehingga tidak memiliki alasan kuat untuk menetap secara permanen di suatu daerah. Sebagian besar penyewa bekerja di sektor profesional dengan penghasilan tinggi, seperti direktur utama perusahaan, pekerja teknologi, dan manajer keuangan senior.
Pekerjaan tersebut umumnya memberikan fleksibilitas lokasi sehingga memungkinkan mereka berpindah tempat tinggal dengan lebih mudah. Namun, RentCafe juga menemukan profesi lain yang cukup mengejutkan, seperti profesor berpenghasilan tinggi dan manajer operasional.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kelompok miliuner yang memilih menyewa rumah tidak selalu berasal dari profesi yang selama ini identik dengan kekayaan.
(hsy/hsy)
Leave a comment