Home Finance Malaysia Mendadak Tutup ‘Sekolah’ Orang Kaya, Ternyata Ini Alasannya
Finance

Malaysia Mendadak Tutup ‘Sekolah’ Orang Kaya, Ternyata Ini Alasannya

Share
Malaysia Mendadak Tutup ‘Sekolah’ Orang Kaya, Ternyata Ini Alasannya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Malaysia dilaporkan melakukan penutupan komunitas pembimbingan berbasis startup bernama Network School. Proyek ini didirikan pengusaha kaya sekaligus investor teknologi, Balaji Srinivasan. Menurut Datawallet, kekayaan Srinivan pada 2026 ditaksir antara US$200-500 juta (Rp3,5-8,9 triliun).

Penutupan ‘sekolah’ buatan sang investor kaya dilakukan karena persoalan perizinan. Mengutip TechCrunch yang mengacu pada laporan The Wall Street Journal, Network School selama ini memosisikan diri sebagai komunitas perbatasan bagi para techno-optimist.

Program tersebut beroperasi di sebuah hotel terbengkalai di Malaysia dan menggabungkan konsep inkubator teknologi dengan retret pengembangan diri.

Network School lahir dari keyakinan Srinivasan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mengalami kemunduran yang tidak dapat dipulihkan. Ia bahkan pernah menyatakan bahwa tujuannya adalah “memulai sebuah negara baru”.

Program tersebut disebut sebagai langkah pertama dari rencana tujuh tahap yang dijabarkan Srinivasan dalam bukunya, The Network State, untuk membangun sebuah masyarakat baru.

The Wall Street Journal menggambarkan Network School sebagai gabungan antara inkubator teknologi dan tempat retret pengembangan diri. Namun, sejumlah peserta mengeluhkan kondisi kamar yang berjamur, minimnya jumlah perempuan, serta hampir tidak adanya kehidupan malam di lokasi tersebut.

Setelah menerima pertanyaan dari The Wall Street Journal, Srinivasan mengunggah pernyataan panjang di platform X. Ia menyebut dirinya sebagai warga Singapura yang bangga dan menuding media tersebut sedang menyusun sebuah artikel yang bertujuan menjatuhkan-yang akan membuatnya terlihat seperti orang aneh, bukan sebagai pengadopsi awal (early adopter).

Laporan tersebut juga menyebut bahwa Srinivasan telah melepaskan kewarganegaraan AS pada 2023 silam.

Meski kampus Network School di Malaysia harus ditutup karena masalah lisensi (perizinan), Srinivasan baru-baru ini mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk membuka kampus baru di Kazakhstan.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *