Home Finance Mantan Presiden Dijatuhi Hukuman Mati, Digulingkan di Serangan Kilat
Finance

Mantan Presiden Dijatuhi Hukuman Mati, Digulingkan di Serangan Kilat

Share
Mantan Presiden Dijatuhi Hukuman Mati, Digulingkan di Serangan Kilat
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Pengadilan Suriah menjatuhkan hukuman mati kepada pemimpin yang telah digulingkan, mantan Presiden Bashar al-Assad. Hukuman dijatuhkan melalui persidangan in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa, Selasa waktu setempat.

Assad sendiri melarikan diri dari ibu kota Damaskus ketika pasukan pemberontak semakin mendekat hampir dua tahun lalu. Saat ini ia berada di Rusia bersama keluarganya setelah mendapat suaka atas dasar kemanusiaan.

Dalam persidangan yang juga dilakukan ke sejumlah mantan pejabat pemerintah itu, hakim menjatuhkan hukuman mati kepada Assad atas kejahatan berupa “pembunuhan yang direncanakan dan disengaja terhadap lebih dari satu orang dan anak-anak, penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, serta kejahatan terhadap kemanusiaan”. Ia berkuasa hampir 14 tahun di negara tersebut.

Ini merupakan vonis pertama yang dijatuhkan Suriah terhadap Assad, yang digulingkan melalui serangan besar-besaran kelompok pemberontak pada Desember 2024. Kejatuhan tersebut mengakhiri kekuasaan keluarganya selama puluhan tahun dan perang brutal yang menewaskan ratusan ribu warga Suriah.




Pemandangan suvenir pribadi untuk Bashar al-Assad di salah satu ruangan di Istana Kepresidenan yang dikenal sebagai Qasr al-Shaab Pemandangan suvenir pribadi untuk Bashar al-Assad di salah satu ruangan di Istana Kepresidenan yang dikenal sebagai Qasr al-Shaab “Istana Rakyat”, setelah pemberontak merebut ibu kota dan menggulingkan Bashar al-Assad, di Damaskus, Suriah, 10 Desember 2024. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh) 

Sementara itu, hukuman mati juga dijatuhkan secara in absentia kepada saudara Assad, Maher al-Assad. Ia pernah memimpin Divisi Lapis Baja Keempat yang terkenal kejam.

Pasukan tersebut bertanggung jawab atas tindakan keras terhadap aksi protes dan merebut kembali wilayah Suriah untuk Assad. Maher juga dituduh memimpin produksi dan perdagangan narkoba untuk memperkaya keluarga Assad.

Hukuman mati pun diberikan kepada Atef Najib, mantan pejabat keamanan era Assad di Provinsi Deraa, wilayah tempat aksi protes pertama terhadap Assad pecah pada 2011. Najib, yang merupakan sepupu keluarga Assad, ditahan oleh pasukan keamanan Suriah pada awal 2025 dan menjadi satu-satunya terdakwa yang menjalani persidangan secara langsung.

Perayaan Warga

Sementara itu, warga Suriah berkumpul di sekitar gedung pengadilan di Damaskus. Mereka meneriakkan yel-yel, bertepuk tangan, dan mengibarkan bendera Suriah setelah berita mengenai vonis tersebut tersebar.

Di Deraa, warga juga berkumpul untuk merayakan vonis tersebut. Mereka membawa foto orang-orang yang ditangkap atau tewas selama perang, termasuk Hamza al-Khatib, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang menurut para aktivis ditangkap oleh pasukan keamanan Suriah, kemudian disiksa dan dibunuh.

Jaksa yang hadir dalam persidangan pada Selasa, Noha al-Masri, kehilangan saudara laki-lakinya dalam tindakan keras terhadap aksi protes di Deraa pada 2011. Ia mengatakan putusan ini sesuai dengan harapannya.

“Putusan yang dijatuhkan, seperti yang kami harapkan, sebesar pengorbanan yang diberikan rakyat Suriah selama 15 tahun, sebesar penderitaan keluarga dan kerabat para martir,” kata Masri.

Keadilan dalam Transisi Pemerintah

Vonis tersebut dijatuhkan setelah proses persidangan yang berlangsung hampir empat bulan. Pemerintahan baru Suriah yang dipimpin kelompok Islamis menyebut proses tersebut sebagai bukti bahwa negara itu memprioritaskan keadilan transisi untuk meninggalkan era pemerintahan Assad.

Meski demikian, sebagian pihak menilai hukuman mati tersebut justru akan mengurangi kemungkinan Assad dan terdakwa lainnya dipulangkan ke Suriah untuk menghadapi proses hukum di negara asal mereka. Ini dikatakan kepala Syrian Centre for Legal Studies and Research, Anwar al-Bunni.

“Ini adalah masalah besar, karena tidak ada negara yang akan menyerahkan seorang kriminal kepada negara yang menerapkan hukuman mati. Ini akan menutup jalan bagi Assad dan banyak kriminal lainnya untuk diserahkan kepada Suriah,” katanya.

“Ini adalah keadilan yang bersifat simbolis, bukan keadilan transisi,” tambahnya.

Digulingkan dalam Serangan Kilat

Assad, yang lahir pada 1965. Ia menjadi presiden pada 2000 setelah ayahnya, Hafez al-Assad, meninggal dunia.

Ia mempertahankan kekuasaan keluarganya dan dominasi sekte Alawite di negara yang mayoritas penduduknya Muslim Sunni. Assad juga mempertahankan posisi Suriah sebagai sekutu Rusia dan Iran, serta sebagai negara yang bermusuhan dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Pemerintahan Assad yang pada tahun-tahun awalnya dibentuk oleh perang Irak dan kehadiran militer Suriah di Lebanon, kemudian didefinisikan oleh perang yang berkembang setelah Arab Spring 2011. Saat itu, warga Suriah turun ke jalan menuntut demokrasi, tetapi menghadapi tindakan kekerasan dari pasukan keamanan Assad.

Pada 2018, Presiden AS Donald Trump pernah menyebut Assad sebagai “binatang” karena penggunaan senjata kimia. Namun tuduhan yang dibantah Assad.

Assad bertahan lebih lama dibandingkan banyak pemimpin asing yang pada awal konflik memperkirakan kejatuhannya sudah dekat. Saat itu, pemberontak telah menguasai sebagian besar wilayah Suriah.

Namun, pada 2024, kelompok pemberontak yang dipimpin Presiden Suriah saat ini, Ahmed al-Sharaa, bergerak cepat melintasi Suriah dalam serangan kilat yang berlangsung kurang dari dua pekan. Assad juga menghadapi surat perintah penangkapan di Prancis terkait pengeboman sebuah pusat pers di Homs pada 2012.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *