Home Finance Masih Numpang Produksi di Bekasi, Kapan Chery Bangun Pabrik di RI?
Finance

Masih Numpang Produksi di Bekasi, Kapan Chery Bangun Pabrik di RI?

Share
Masih Numpang Produksi di Bekasi, Kapan Chery Bangun Pabrik di RI?
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana Chery Group membangun pabrik mobil sendiri di Indonesia belum juga menunjukkan kepastian, meski wacana tersebut telah bergulir sejak 2022. Di tengah perkembangan penjualan merek-merek di bawah naungannya, mulai dari Chery, Jaecoo hingga iCar, perusahaan asal China itu masih mengandalkan fasilitas perakitan milik mitra lokal.

Padahal, Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi ekspansi bisnis Chery Group. Sejumlah modelnya telah dirakit secara lokal dan mulai meramaikan persaingan industri otomotif nasional. Namun, hingga Oktober 2026, perusahaan belum merealisasikan pembangunan fasilitas produksi mandiri sebagaimana yang pernah direncanakan.

Presiden Direktur PT Chery Grup Indonesia Zeng Shuo mengatakan, pihaknya masih mempelajari peluang investasi tersebut. Menurutnya, keputusan membangun pabrik tidak bisa dilakukan hanya dengan mempertimbangkan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga harus memperhitungkan kepastian iklim usaha dalam jangka panjang.

“Jadi kita investmentnya biasanya bukan short term. Biasanya kita long term. Jadi dia regulasi yang konsisten sama stabil amat penting biar industri sehat dan berkembang,” ujar Zeng Shuo saat ditemui di Wuhu, China, dikutip Senin (26/10/2026).

Ia juga membuka peluang percepatan pembangunan apabila pemerintah menawarkan skema yang dinilai menarik bagi perusahaan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai lokasi maupun jadwal dimulainya pembangunan pabrik tersebut.




Chery. (REUTERS/Evgenia Novozhenina/File Photo)Chery. (REUTERS/Evgenia Novozhenina/File Photo) Foto: REUTERS/Evgenia Novozhenina

Perjalanan rencana pabrik Chery di Indonesia terbilang panjang. Wacana pembangunan fasilitas mandiri pertama kali disampaikan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022. Kala itu, perusahaan berharap pabriknya bisa mulai beroperasi pada 2024.

Pada tahun yang sama, Chery mulai merakit kendaraan secara lokal melalui fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Bekasi, Jawa Barat. Model Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro menjadi bagian dari produksi awal tersebut.

Namun, target pembangunan pabrik mandiri kemudian bergeser. Pada Oktober 2024, Zeng memperkirakan fasilitas tersebut dapat beroperasi pada 2026. Memasuki Januari 2026, rencana kembali berkembang dengan target peletakan batu pertama pada tahun ini dan penyelesaian pembangunan pada 2027. Pabrik tersebut kala itu direncanakan memiliki kapasitas produksi hingga 100.000 unit per tahun.

Akan tetapi, hingga Agustus 2026, lokasi pabrik belum diumumkan. Kini, memasuki penghujung Oktober, Chery masih mengkaji peluang investasi tersebut tanpa memberikan kepastian kapan pembangunan akan dimulai.

Meski belum memiliki fasilitas mandiri, perusahaan menyatakan tetap berupaya meningkatkan penggunaan komponen buatan dalam negeri. Chery telah bekerja sama dengan sejumlah pemasok lokal untuk mendukung proses produksi kendaraan yang dipasarkan di Indonesia.

“Kita sudah follow policy yang localization ini. Jadi ke depan kita juga akan tetap follow aturan sama roadmap yang sudah diset pemerintah,” lanjut Zeng.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah lokalisasi baterai untuk mendukung pemenuhan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Perusahaan perlu menyesuaikan strategi produksinya dengan target TKDN sebesar 60% pada 2027.

Di sisi lain, Chery memiliki komitmen investasi mencapai Rp5,2 triliun hingga 2030. Rencana tersebut mencakup pengembangan fasilitas produksi di Indonesia, baik melalui kerja sama dengan mitra maupun pembangunan pabrik mandiri.

(fys/wur)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *