
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan kemiskinan di Indonesia tidak hanya bisa diselesaikan dengan satu pendekatan. Dia mengatakan pengentasan kemiskinan harus diselesaikan melalui tiga pendekatan.
Pertama, mengurangi beban pengeluaran. Hal ini diberikan melalui bantuan sosial agar keluarga miskin tidak makin jatuh. Kedua, meningkatkan pendapatan melalui pemberdayaan.
Hal ini dilakukan agar keluarga miskin naik kelas. Ketiga, memutus transmisi kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat. Hal ini dilakukan agar generasi berikutnya tidak kembali miskin.
“Bantalan atau bantuan sosial, tangga atau pemberdayaan dan pintu keluar untuk memutus transmisi kemiskinan. Ketiganya harus ada,” ujar Saifullah atau yang akrab disapa Gus Ipul dalam Dialog Nasional Pemberdayaan, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, bantuan sosial tanpa pemberdayaan membuat keluarga aman tetapi tidak mengalami peningkatan status sosial. Namun, pemberdayaan tanpa upaya memutus transmisi akan menimbulkan risiko kemisinan yang diwariskan ke anaknya.
Dalam hal ini, Kementerian Sosial sudah memiliki program kesejahteraan rakyat. Hal ini untuk menjalankan tiga pendekatan pengentasan kemiskinan tersebut. Namun, Gus Ipul menggarisbawahi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional menjadi fondasi bersama. Hasil penilaian keluarga dibagikan sebagai daftar rujukan awal, dimulai dari 2,77 juta keluarga.
Sekadar catatan, pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial sebesar Rp115,8 triliun hingga 30 September 2026. Angka ini setara 71,2% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari realisasi tersebut, pemerintah telah menyalurkan program sembako kepada 17,6 juta keluarga penerima manfaat sebesar Rp28,2 triliun.
(haa/haa)
Leave a comment