
Jakarta, CNBC Indonesia – Titik awal perjalanan Narsun bermula pada 2024, ketika usaha konter pulsa yang dirintisnya sejak 2007 mulai berkembang menjadi perpanjangan tangan layanan keuangan dan jaminan sosial bagi masyarakat. Pemuda asal Bandung itu memulai usahanya dengan modal seadanya, menyewa sebuah rumah kontrakan di Kota Kembang untuk membuka konter pulsa dan menjual telepon genggam.
Tak pernah terbayangkan olehnya, usaha sederhana tersebut kelak membawanya berdiri di panggung penghargaan. Hampir dua dekade kemudian, Narsun menerima kunci mobil dari jajaran pimpinan BRI dan BPJS Ketenagakerjaan setelah berhasil mendaftarkan lebih dari 7.000 pekerja informal sebagai peserta program jaminan sosial.
Narsun menceritakan meski baru merintis usaha pada 2007, hubungan Narsun dengan BRI sebenarnya telah terjalin sejak sekitar 2002, tak lama setelah ia menyelesaikan pendidikan SMA.
“Sudah lama sih kalau BRI, sekitar tahun 2002. Sepertinya lulus SMA saya langsung bikin rekening BRI,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Dirinya bilang, kesempatan baru datang pada 2014. Ketika Narsun sedang mengelola konter pulsa yang telah dirintisnya selama sekitar tujuh tahun, seorang petugas BRI bernama Robi datang menemuinya. Pada akhirnya, tawaran yang dibawa bukan berupa pinjaman maupun produk tabungan, melainkan kesempatan untuk menjadi BRILink Agen, konsep layanan perbankan berbasis keagenan yang ketika itu masih asing bagi sebagian masyarakat.
Didampingi langsung oleh Robi sebagai Mantri BRI, Narsun kemudian mendaftarkan diri sebagai BRILink Agen melalui BRI Unit Bandung Naripan. Pada awalnya, ia mengaku belum sepenuhnya memahami potensi dari layanan tersebut.
“Sebenarnya saya tidak terlalu mengerti dan kurang tertarik karena transaksi awal cuma sedikit, bisa dihitung jari,” terang dia.
Menjadi BRILink Agen pun semula hanya dipandang sebagai pekerjaan sampingan di sela-sela aktivitasnya mengelola konter. Namun, perlahan, pandangan itu berubah setelah Narsun mengikuti gathering yang diselenggarakan BRI bagi para agen.
Dalam kegiatan tersebut, ia melihat bagaimana agen-agen dengan kinerja baik memperoleh apresiasi atas pencapaiannya. “Di sana ada pembuktian, banyak yang dapat hadiah seperti emas dan TV. Saya jadi merasa tertantang dan termotivasi karena luar biasa hadiahnya,” cerita Narsun.
Dari sana, Narsun melihat BRILink Agen bukan sekadar layanan tambahan di konternya, melainkan sebuah usaha yang dapat dikelola dan dikembangkan secara serius. Ia juga mengungkapkan, motivasi itu semakin kuat karena ia merasakan dukungan langsung dari BRI pada berbagai tahap perkembangan usahanya. Ia menilai, sejumlah petugas BRI menaruh perhatian besar terhadap keluhan dan masukan para agen di lapangan.
“Mereka berdua sangat memperhatikan keluhan dan masukan saya,” ucapnya.
Berkat volume transaksi yang terus meningkat, Narsun kini telah menyandang kategori BRILink Agen “Juragan”, agen level atas dengan volume transaksi bulanan terbanyak dan performa unggulan. Tercatat, per bulan, BRILink Agen miliknya pernah melayani rata-rata 3.840 transaksi.
Keberhasilan Narsun juga ditopang oleh strategi pelayanan yang konsisten. Sejak 2015, ia tidak hanya menunggu masyarakat datang ke konternya, tetapi aktif menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi rumah pelanggan yang ingin membayar tagihan listrik ataupun melakukan transfer uang.
Pendekatan tersebut membantunya semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperluas basis pelanggan. Hasilnya, sejak 2015 Narsun hampir setiap tahun memperoleh penghargaan melalui berbagai program apresiasi BRI.
Seiring berkembangnya teknologi, strategi Narsun turut berevolusi. Ia membangun grup WhatsApp yang kini beranggotakan hampir 500 warga di sekitar tempat tinggalnya. Grup tersebut tidak hanya digunakan untuk menawarkan layanan, tetapi juga dikelola sebagai ruang berbagi informasi dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Biar mereka tidak bosan, saya kasih kuis. Informasi apa pun ada di situ,” terangnya.
Bahkan, ketika program BPJS Ketenagakerjaan mulai digalakkan, Narsun memanfaatkan jejaring tersebut untuk mengenalkan pentingnya perlindungan jaminan sosial. Sebagai langkah awal, ia menawarkan pendaftaran kepada 10 orang pertama yang datang ke konternya.
Upaya tersebut tidak selalu berjalan mulus. Kelurahan setempat sempat menolak ajakannya untuk mengadakan sosialisasi karena beranggapan seluruh warga telah memperoleh perlindungan dari pemerintah.
Narsun tak lantas menyerah. Ia menjelaskan bahwa pedagang kecil dan pelaku UMKM yang tergolong pekerja bukan penerima upah (BPU) justru menghadapi risiko kerja dan membutuhkan akses terhadap program jaminan sosial. Penjelasan tersebut akhirnya diterima dan pihak kelurahan memberikan ruang bagi Narsun untuk mengadakan sosialisasi resmi kepada masyarakat.
Kegigihannya membuahkan hasil. Narsun berhasil mendaftarkan 7.215 pekerja BPU sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Melalui kepesertaan tersebut, ribuan pekerja informal memperoleh akses terhadap program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Pencapaian itu mengantarkan Narsun meraih grand prize berupa satu unit mobil. Ia juga memperoleh dua unit sepeda motor. Peran Narsun juga terus berkembang. Kini, ia dipercaya menjadi Ketua Paguyuban BRILink Agen Jawa Barat serta aktif memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan dalam ekosistem BRI, termasuk perlindungan asuransi dari BRI Insurance dan BRI Life.
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kiprah Narsun menunjukkan peran strategis BRILink Agen yang tidak hanya memperluas akses layanan keuangan, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta mendekatkan masyarakat dengan program perlindungan sosial.
“Melalui kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, BRILink Agen dapat menjangkau pekerja informal yang selama ini belum memperoleh perlindungan secara memadai. Sinergi ini diharapkan semakin memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja informal di berbagai wilayah Indonesia,” tandasnya.
(rah/rah)
Leave a comment