Usaha pembuatan bata merah kini menjadi kegiatan ekoniomi produktif bagi sebagian warga Serang, Banten.

Pekerja membuat bata merah di Kampung Setu, Kecamatan Wariginkurung, Serang, Banten, Minggu (25/10/2026). Usaha pembuatan bata merah yang dijual seharga Rp260/buah kini menjadi kegiatan ekoniomi produktif bagi sebagian warga Serang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Di tengah maraknya inovasi bata hebel atau yang biasa disebut sebagai bata ringan, bisnis batu bata merah yang menguntungkan masih eksis hingga sekarang, dikarenakan batu bata merah masih menjadi salah satu unsur penting dalam pembuatan sebuah bangunan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Desa Setu, menjadi salah satu sentra industri batu bata merah yang sudah berdiri selama belasan tahun. Bila sedang berkunjung ke daerah tersebut, bisa melihat banyaknya tumpukan ribuan batu bata merah yang berada di Lio (bangunan tradisional untuk pembuatan batu bata dan menaruh tanah liat). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Bahan baku untuk membuatnya yaitu tanah liat yang didapat dari daerah sekitar Desa Bulakan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Proses selanjutnya tanah liat yang sudah di peroleh kemudian di giling dengan mesin yang biasa disebut mesin molen, tanah liat tersebut di giling sampai lunak agar dapat mempermudah proses pencetakkan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kemudian setelah digiling tanah liat dicetak di mesin yang sama sehingga berbentuk batu bata pada umumnya seperti yang kita ketahui. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Selanjutnya, pekerja mengangkut bata merah yang baru dicetak untuk dijemur di lahan terbuka. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Setelah melewati proses pengeringan, batu bata di masukkan ke dalam tempat pembakaran, berupa ruangan bertingkat 2 hingga 4, tingkat paling bawah yaitu tempat kayu bakar yang digunakan sebagai bahan bakar untuk batu bata tersebut, dan tingkat kedua digunakan untuk tempat batu bata itu sendiri. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Batu bata tersebut di bakar di kobaran api kurang lebih selama 3-4 hari. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Api pada proses pembakaran selalu di pantau dan di jaga 24 jam oleh para pegawai agar tidak padam dan tidak terlalu besar agar tidak membuat batu bata tersebut gosong. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kemudian setelah itu barulah batu bata memasuki tahap proses terakhir yaitu proses pendinginan, pada proses ini batu hanya di diamkan saja selama 2 hari agar suhu batu dapat stabil dan tidak panas. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Salah satu pekerja di industri batu bata yang sudah bekerja kurang lebih 3 tahun mengaku bisa memproduksi ratusan hingga puluhan ribu bata merah per harinya. “Tergantung persediaan lemah (tanah), kalau tanahnya banyak ya bisa banyak. Sehari dua puluh ribuan bata,” ungkapnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Leave a comment