Jakarta, CNBC Indonesia – Perselingkuhan dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk di tempat kerja. Bahkan, sebuah survei internasional menemukan beberapa profesi memiliki tingkat perselingkuhan yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya.
Meski demikian, hasil survei ini bukan berarti semua orang yang bekerja di profesi tertentu pasti tidak setia. Temuan tersebut hanya menunjukkan kecenderungan berdasarkan pengakuan para responden yang mengikuti penelitian.
Daftar profesi tersebut berasal dari survei yang dilakukan RANT Casino terhadap 3.800 responden dewasa dari berbagai negara. Sebanyak 1.644 dari mereka mengaku pernah berselingkuh, sehingga peneliti kemudian memetakan profesi yang paling banyak muncul dalam pengakuan tersebut.
Hasil survei menunjukkan profesi di bidang penjualan (sales) menempati urutan pertama sebagai pekerjaan yang paling banyak dikaitkan dengan perselingkuhan. Sebanyak 14,5% responden berasal dari profesi tersebut.
Posisi berikutnya ditempati profesi di bidang pendidikan, seperti guru dan pelatih, dengan persentase 13,7%. Sementara profesi di sektor kesehatan berada di peringkat ketiga dengan 12,5%.
Pekerja di bidang amal dan sukarela juga masuk dalam daftar dengan persentase 1,9%. Angka tersebut sama dengan profesi di sektor rekreasi, olahraga, dan pariwisata.
Perlu diingat, hasil survei ini tidak dapat dijadikan dasar untuk menghakimi atau menggeneralisasi seseorang berdasarkan profesinya. Perselingkuhan tetap merupakan keputusan pribadi yang dipengaruhi banyak faktor, bukan semata-mata jenis pekerjaan.
Berikut daftar lengkap 13 profesi yang dinilai paling rawan perselingkuhan berdasarkan survei RANT Casino, dikutip pada Minggu (19/7/2026):
1. Sales (14,5%)
2. Guru, pelatih, dan profesi di bidang pendidikan (13,7%)
3. Profesi kesehatan (12,5%)
4. Transportasi dan logistik (9,8%)
5. Perhotelan dan penyelenggara acara (event) (7,7%)
6. Teknik dan manufaktur (6,6%)
7. Properti dan konstruksi (5,5%)
8. Akuntansi, perbankan, dan keuangan (5,4%)
9. Teknologi informasi (4,6%)
10. Tentara (4%)
11. HRD (2,2%)
12. Pekerja amal dan sukarela (1,9%)
13. Rekreasi, olahraga, dan pariwisata (1,9%)
(pgr/pgr)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment