Home Finance Mobil China Mau Dilarang Permanen, DPR Diminta Cepat Sahkan Aturannya
Finance

Mobil China Mau Dilarang Permanen, DPR Diminta Cepat Sahkan Aturannya

Share
Mobil China Mau Dilarang Permanen, DPR Diminta Cepat Sahkan Aturannya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Aliansi produsen otomotif utama mendesak Kongres Amerika Serikat (AS) untuk segera mengesahkan undang-undang yang secara permanen melarang masuknya kendaraan asal China sebelum akhir tahun ini. Langkah agresif tersebut didorong oleh kekhawatiran mendalam atas masifnya gempuran kendaraan bersubsidi lengkap dengan perangkat keras dan lunak yang terhubung ke internet.

Dalam surat terbuka yang dilayangkan kepada Kongres, CEO Alliance for Automotive Innovation-kelompok yang menaungi raksasa otomotif seperti General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, hingga Stellantis, menegaskan bahwa ancaman ekspansi otomotif China sudah berada di depan mata.

“Saat ini, produsen mobil China sedang membuang kendaraan bersubsidi dengan connected software dan hardware di seluruh dunia,” tulis CEO aliansi, John Bozzella, dalam suratnya kepada Kongres, dikutip dari Reuters, Senin (7/9/2026).

“Meskipun ini belum terjadi di dalam AS, mengingat skala dan urgensi ancaman tersebut, kami mendesak agar pelarangan total kendaraan, perangkat lunak, dan perangkat keras asal China disahkan sebelum masa sidang tahun ini berakhir.”

Tekanan politik di Washington pun kian menguat. Sebelumnya pada Juli lalu, Komite Perdagangan Senat telah menyetujui draf regulasi untuk memperketat pagar pengaman terhadap masuknya produsen otomotif Negeri Tirai Bambu ke pasar domestik. RUU usulan Senator Republik Bernie Moreno dari Ohio dan Senator Demokrat Elissa Slotkin dari Michigan ini dirancang untuk mengkodifikasikan aturan era Biden, yang secara efektif membentengi pasar kendaraan ringan AS dari serbuan produk China.

Kendati demikian, aturan tersebut masih menemui batu sandungan. Ketua Komite Perdagangan Senat Ted Cruz menyebutkan bahwa klausul larangan bagi perusahaan dengan kepemilikan entitas China di atas 15% berpotensi menjegal raksasa otomotif seperti Mercedes-Benz-yang memiliki investasi pasif asal China hampir 20%-sehingga RUU tersebut masih memerlukan sejumlah penyesuaian.

Di sisi lain, kebijakan pembatasan ketat ini terbukti telah memukul pemain global. Produsen kendaraan listrik asal Swedia yang mayoritas sahamnya dipegang oleh Geely Holding dari China, Polestar, telah mengumumkan bahwa mereka terpaksa menghentikan penjualan kendaraannya di AS mulai model tahun 2027 akibat tekanan regulasi pemerintahan Trump.

Aturan ketat berbasis keamanan nasional ini tidak hanya menyasar bodi kendaraan, tetapi juga mencakup teknologi konektivitas seperti Bluetooth, Wi-Fi, jaringan seluler, hingga komunikasi satelit yang dinilai rentan digunakan untuk mengumpulkan data sensitif pemilik kendaraan di Amerika.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *