Home Finance Negara dengan Penyelesaian Pendidikan Menengah Atas Tertinggi di Dunia
Finance

Negara dengan Penyelesaian Pendidikan Menengah Atas Tertinggi di Dunia

Share
Negara dengan Penyelesaian Pendidikan Menengah Atas Tertinggi di Dunia
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Tingkat penyelesaian pendidikan menengah atas (upper secondary education) di sejumlah negara mencapai 90% atau lebih, bahkan mendekati 100% setelah siswa diberikan waktu tambahan hingga dua tahun setelah berakhirnya durasi teoritis program.

Data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam Education at a Glance 2026 menunjukkan cumulative upper secondary completion rates untuk cohort siswa yang diperkirakan menyelesaikan program pendidikan menengah atas pada akhir durasi teoritis program pada 2022.

OECD membandingkan tingkat penyelesaian pada akhir durasi teoritis program atau N, satu tahun setelahnya atau N+1, dan dua tahun setelahnya atau N+2.

Dalam data tersebut, 2022 merepresentasikan akhir durasi teoritis program, 2023 merupakan satu tahun setelahnya, sedangkan 2024 merupakan dua tahun setelah akhir durasi teoritis program untuk sebagian besar negara.

Dengan demikian, angka N+2 menunjukkan proporsi siswa dalam cohort tersebut yang telah menyelesaikan pendidikan menengah atas hingga dua tahun setelah akhir durasi teoritis program.

Perlu dicatat, completion rate berbeda dari sekadar tingkat kelulusan pada suatu tahun. OECD mengukur tingkat penyelesaian berdasarkan proporsi peserta baru dalam cohort yang telah menyelesaikan program pada titik waktu tertentu. Tahun masuk siswa juga dapat berbeda antarnegara karena durasi teoritis program pendidikan menengah atas tidak sama.

Turki Mendominasi, Bagaimana Negara Lain?

Menariknya, tingkat penyelesaian tidak selalu tinggi pada saat akhir durasi teoritis program.

Turki, misalnya, mencatat tingkat penyelesaian sebesar 89% pada akhir durasi teoritis. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 98% setelah satu tahun dan mencapai 99% setelah dua tahun.


Dengan demikian, hampir seluruh siswa dalam kelompok tersebut telah menyelesaikan pendidikan menengah atas dalam waktu hingga dua tahun setelah akhir durasi teoritis program.

Pola peningkatan juga terlihat di Swiss. Tingkat penyelesaian pada akhir durasi teoritis berada di 74%, kemudian meningkat menjadi 86% setelah satu tahun dan mencapai 90% setelah dua tahun.

Sementara itu, terdapat negara dengan tingkat penyelesaian yang relatif stabil. Di Irlandia, tingkat penyelesaian sudah mencapai 93% pada akhir durasi teoritis dan tetap berada di 93% setelah satu maupun dua tahun tambahan.

OECD menyebut Irlandia dan Lithuania sebagai contoh sistem pendidikan yang hanya mengalami sedikit peningkatan tingkat penyelesaian antara N dan N+1.

Di Lithuania, misalnya, tingkat penyelesaian meningkat tipis dari 86% pada akhir durasi teoritis menjadi 87% setelah satu tahun dan tetap 87% setelah dua tahun.

Sejumlah negara lain mencatat tingkat penyelesaian N+2 di bawah 90%, dengan hasil yang cukup beragam. Chile mencapai 88%, sedangkan Hungaria 86%, Portugal 84%, Italia 84%, Swedia 83%, Latvia 83%, Finlandia 83%, Estonia 82%, Spanyol 81%, Norwegia 81%, Selandia Baru 80% dan Luksemburg 80%.

Untuk Belgia, OECD menyajikan data secara terpisah untuk Flemish Community dan French Community, sehingga tidak tepat memasukkannya sebagai satu angka nasional dalam perbandingan tersebut.

OECD juga menemukan bahwa tingkat penyelesaian masih berada di bawah 80% setelah dua tahun tambahan di Austria, Brasil dan Denmark.

Austria mencatat tingkat penyelesaian sebesar 78%, Brasil 79% dan Denmark 75%.

Khusus Brasil, OECD memberikan catatan bahwa tahun referensinya berbeda dari sebagian besar negara dalam tabel, sehingga angka Brasil tidak dapat langsung disamakan dengan tahun 2024 yang digunakan untuk negara-negara lainnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perbedaan antarnegara bukan hanya terlihat dari berapa banyak siswa yang menyelesaikan pendidikan pada akhir durasi teoritis program, tetapi juga dari kemampuan sistem pendidikan memberikan waktu tambahan agar siswa yang belum menyelesaikan persyaratan dapat memperoleh kualifikasi pendidikan menengah atas.

Secara rata-rata, OECD mencatat tingkat penyelesaian meningkat sekitar 6 poin persentase antara N dan N+1, kemudian bertambah sekitar 3 poin persentase antara N+1 dan N+2.

Hal ini menunjukkan bahwa tambahan waktu satu tahun memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penyelesaian pendidikan bagi siswa yang belum berhasil menyelesaikan program pada akhir durasi teoritis, sementara tambahan tahun kedua memberikan peningkatan yang lebih kecil secara rata-rata.

(dag/dag)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *