
Jakarta, CNBC Indonesia – Partai politik baru berunsur gabungan Yahudi-Arab, A Place for Us All, resmi meramaikan bursa Pemilihan Umum (Pempemilu) Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Partai ini diluncurkan untuk menggaet pemilih muda serta kelompok masyarakat yang terasingkan demi menggulingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu beserta pemerintahan sayap kanannya.
Mengutip laporan Reuters, Rabu (29/07/2026), kemunculan partai baru ini diusung oleh para pemimpin gerakan protes sayap kiri Standing Together yang memperjuangkan perdamaian dan kesetaraan sosial. Pembentukannya menjadi ajang pemilu nasional pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang Gaza yang memicu ketegangan hubungan antara warga Yahudi dan Arab di dalam negeri.
“Kami ingin berbicara langsung kepada para pemilih muda hari ini yang memilih berdiam diri di rumah, mereka yang melihat sistem politik dan merasa tidak dipedulikan,” tegas Co-leader A Place for Us All, Alon-Lee Green.
Masyarakat Arab di Israel yang mencakup seperlima dari total populasi kerap mengeluhkan perlakuan sebagai warga kelas dua. Diskriminasi tersebut dinilai kian memburuk di bawah pemerintahan Netanyahu yang menaungi pejabat menteri berhaluan ekstremis.
Dilema Partisipasi Pemilih dan Risiko Pembagian Suara
Rendahnya tingkat partisipasi pemilih Arab yang hanya mencapai 53,2% pada pemilu 2022 menjadi salah satu faktor kunci yang mengembalikan Netanyahu ke kursi kekuasaan. Netanyahu sendiri secara historis kerap memanfaatkan narasi ketakutan terhadap tingginya suara warga Arab untuk memobilisasi basis pendukung sayap kanannya.
Para analis dan pengamat politik menilai kemunculan partai baru ini berisiko memecah suara warga minoritas akibat adanya batas ambang parlemen (electoral threshold) sebesar 3,25%. Suara yang terbuang pada partai kecil yang gagal lolos ambang batas dikhawatirkan makin memperlemah keterwakilan warga Arab di Knesset.
“Setiap suara yang diberikan kepada partai semacam itu hanya akan menjadi pemborosan suara yang tidak mampu ditanggung oleh masyarakat Arab,” ujar Pakar Masyarakat Arab dari Israel Democracy Institute, Arik Rudnitzky.
Pimpinan partai A Place for Us All membantah tuduhan fragmentasi suara dan menegaskan fokus mereka untuk merangkul pemilih baru yang belum terjamah. Kendati demikian, pimpinan partai Arab senior mengimbau partai baru tersebut untuk mengkalkulasi ulang langkah politiknya guna memberi jalan bagi persatuan koalisi utama.
(tps/luc)
Leave a comment