
Jakarta, CNBC Indonesia – Jembatan Persahabatan (Friendship Bridge) yang menghubungkan Brasil dan Paraguay di kawasan Air Terjun Iguazu kini menghadapi tantangan baru. Jalur perbatasan yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai rute penyelundupan rokok dan barang elektronik murah kini mulai dimanfaatkan untuk perdagangan ilegal obat penurun berat badan berbasis GLP-1.
Melansir CNN, pihak berwenang Brasil mencatat peningkatan tajam penyitaan obat-obatan seperti semaglutide dan tirzepatide. Data Layanan Pendapatan Federal Brasil menunjukkan lebih dari 76.000 unit pena suntik, vial, dan produk lain yang mengandung obat tersebut disita pada paruh pertama 2026. Jumlah itu hampir tiga kali lipat dibandingkan total penyitaan sepanjang 2025.
Lonjakan tersebut didorong tingginya permintaan terhadap obat penurun berat badan di Brasil, sementara harga sejumlah produk di Paraguay jauh lebih rendah. Kondisi ini membuat obat-obatan tersebut menjadi komoditas yang sangat menguntungkan bagi penyelundup.
Auditor pajak federal Brasil, Flávio Bernardino de Carvalho, mengatakan obat penurun berat badan kini menjadi salah satu kategori barang sitaan dengan nilai tertinggi di wilayah Paraná dan Santa Catarina, hanya berada di bawah ponsel.
“Barang-barang itu masuk melalui bus umum, mobil, truk, dan dibawa oleh wisatawan. Segala cara yang memungkinkan digunakan,” ujar Carvalho kepada CNN Brasil.
Menurutnya, perdagangan tersebut melibatkan pelaku perorangan hingga kelompok kejahatan terorganisasi.
Paket kecil, keuntungan besar
Bagi kelompok kriminal, obat penurun berat badan menawarkan keuntungan yang menarik karena bentuknya kecil, mudah disembunyikan, tetapi memiliki nilai jual tinggi. Pakar keamanan publik José Ricardo Bandeira mengatakan kondisi tersebut membuat penyelundupan obat menjadi alternatif yang lebih efisien dibandingkan penyelundupan rokok.
“Kejahatan terorganisasi sedang beralih haluan. Ada logika di baliknya,” kata Bandeira.
Menurutnya, penyelundupan rokok membutuhkan kendaraan besar dan jaringan logistik yang kompleks. Sebaliknya, beberapa kotak pena suntik dapat membawa nilai ekonomi yang setara dengan muatan rokok dalam jumlah jauh lebih besar.
Para penyelundup juga dapat memanfaatkan jaringan yang sudah tersedia. Jalur transportasi, gudang penyimpanan, dan jaringan distribusi yang sebelumnya digunakan untuk menyelundupkan rokok, senjata, narkoba, maupun amunisi dapat dimanfaatkan kembali.
Disembunyikan di sepatu hingga kompartemen mobil
Pihak berwenang Paraguay menyebut sebagian obat yang masuk ke pasar gelap awalnya dapat diperoleh secara legal di Paraguay, kemudian dicuri dari apotek dan dibawa ke Brasil. Di sisi lain, aparat juga menemukan operasi ilegal yang memproduksi obat palsu. Beberapa produk lainnya dilaporkan merupakan barang impor, termasuk produk yang berasal dari China.
Untuk menghindari pemeriksaan, penyelundup menggunakan berbagai metode. Petugas Brasil pernah menemukan obat penurun berat badan yang disembunyikan di bawah sol sepatu bot, di dalam botol sampo, wadah gel pijat, hingga kompartemen rahasia kendaraan.
Penyelundup menggunakan perahu untuk membawa barang melintasi Sungai Paraná yang menjadi bagian dari perbatasan Brasil-Paraguay.
Namun, metode penyelundupan tersebut menimbulkan persoalan lain: keamanan dan kualitas obat. Obat GLP-1 seperti semaglutide dan tirzepatide merupakan peptida yang membutuhkan kondisi penyimpanan dan transportasi terkendali. Produk resmi melewati rantai distribusi yang diawasi untuk menjaga stabilitas obat sebelum sampai kepada pasien.
Alexandre Hohl, profesor endokrinologi dan metabolisme di Universitas Federal Santa Catarina, memperingatkan bahwa kondisi tersebut belum tentu terpenuhi dalam perdagangan ilegal.
“Setiap kali Anda mendapat obat di luar apotek, Anda menanggung risiko,” kata Hohl.
Menurut Hohl, paparan suhu yang tidak sesuai dapat menurunkan stabilitas dan efektivitas obat. Risiko lainnya adalah konsumen tidak dapat memastikan apakah produk yang mereka beli benar-benar mengandung zat aktif yang tertera pada kemasan.
Lebih jauh, produk palsu yang diproduksi tanpa standar farmasi dapat mengandung zat pengotor atau bahan lain yang tidak diketahui.
(hsy/hsy)
Leave a comment