
Jakarta, CNBC Indonesia – Dengan kekayaan yang melampaui US$ 900 miliar atau setara Rp 15.750 triliun, Elon Musk mengeluarkan pernyataan yang memicu kemarahan luas: menabung untuk masa depan dikatakan tidak berguna. Alasannya? AI akan segera melimpahkan kemakmuran bagi semua orang, sehingga uang tak lagi berarti.
Melalui unggahan di media sosial X miliknya, Musk menuliskan bahwa menabung untuk masa depan yang jauh sudah tidak relevan.
“Menabung untuk masa depan yang jauh tidak ada gunanya di tengah datangnya kelimpahan berkat AI,” tulisnya, seperti dikutip oleh Futurism.
Pernyataan ini bukan pertama kali diucapkan. Pada awal tahun ini, Musk juga menyampaikan hal serupa dalam sebuah wawancara.
“Jangan khawatir menabung untuk pensiun 10 atau 20 tahun lagi – itu tak akan penting lagi. Jika perkembangan teknologi berjalan seperti yang diprediksi, menabung untuk masa tua akan menjadi hal yang tak relevan.”
Pernyataan itu langsung memicu reaksi tajam. Musk sendiri adalah salah satu orang terkaya di dunia, kekayaannya melonjak tajam setelah pencatatan saham SpaceX. Jika ia menghabiskan US$ 100 juta setiap hari selama 20 tahun ke depan, uangnya masih belum akan habis.
Padahal, dibandingkan dengan orang terkaya lainnya, Musk justru dikenal sangat pelit dalam hal kedermawanan.
Musk Foundation yang ia dirikan diketahui menyisakan sangat sedikit untuk amal. Laporan tahun 2023 menunjukkan yayasan tersebut bahkan tak berhasil menyalurkan dana minimal yang seharusnya disumbangkan, kekurangannya mencapai US$ 421 juta. Sebagian besar asetnya justru mengalir ke organisasi yang memiliki keterkaitan bisnis dengan Musk sendiri.
Uang Musk juga habis untuk membiayai ormas politik yang bertujuan memengaruhi hasil pemilu AS.
Semua dipenuhi oleh AI
Dasar pemikiran Musk adalah keyakinannya bahwa AI akan mengubah dunia secara drastis. Ia memperkirakan dalam sekitar 5 tahun ke depan, kemampuan AI akan melampaui gabungan kecerdasan seluruh manusia.
“Hampir tak ada hal yang tidak bisa dilakukan AI lebih baik daripada manusia,” ujarnya dalam wawancara dengan majalah The Economist.
“Hasilnya akan masa kemakmuran luar biasa, di mana setiap orang bisa memiliki apa pun yang diinginkannya.”
Namun pandangan ini dinilai jauh dari kenyataan. Banyak pengamat menegaskan bahwa keuntungan dari kemajuan AI justru saat ini terkumpul di tangan segelintir perusahaan dan orang kaya, sementara kesejahteraan masyarakat luas belum menunjukkan perubahan berarti.
Belum lama ini, Musk juga berjanji membagikan satu lembar saham SpaceX kepada setiap anak di Amerika Serikat. Langkah ini dipandang sebagai tanggapan terhadap rencana pesaingnya, Anthropic, yang akan menyisihkan sebagian besar sahamnya untuk dana kepentingan publik. Namun hingga kini, perincian maupun jadwal pelaksanaan janji Musk tersebut belum diumumkan.
(dem/dem)
Leave a comment