
Jakarta, CNBC Indonesia- Industri sektor kaca, keramik dan silikat mengeluhkan adanya pembatasan pasokan gas bumi oleh PGN karena dapat mengancam keberlangsungan produksi industri yang menggunakan gas bumi sebagai sumber energi.
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto menyebutkan gas merupakan urat nadi industri keramik sebagai sumber bahan bakar Utama dalam produksi keramik yang tidak ada penggantinya.
Selain itu biaya gas merupakan komponen biaya terbesar dalam proses produksi keramik sehingga saat pasokan dibatasi dan harganya melonjak maka tekanan pada biaya maupun gangguan produksi mengancam bisnis.
Sebelumnya Presiden Prabowo memberikan kabar baik dengan menurunkan Harga gas industri dari USD 20 per MMBTU menjadi USD 13 MMBTU sekaligus kepastian pasokan gas bagi industri. Namun persoalan pembatasan menjadi tantangan bagi industri, oleh karena itu industri berharap dukungan pemerintah dan solusi terkait persoalan gas industri ini.
Seperti apa persoalan pasokan dan Harga gas industri keramik? Selengkapnya simak dialog Mercy Widjaja dengan Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto dalam AutoBizz, CNBC Indonesia (Jum’at, 18/09/2026)
Leave a comment